DGIK Tetap Kooperatif Terhadap Pemeriksaan KPK

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 06 Oktober 2017 - 09:39 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Manajemen PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) tetap kooperatif dalam menghadapi berbagai pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dimana perseroan yang sebelumnya bernama PT Duta Graha Indah Tbk tersebut telah ditetapkan statusnya oleh KPK sebagai tersangka kasus suap ketika memperoleh berbagai kontrak kerja di masa lalu.

Demikian diungkapkan Djoko Eko Suparstowo, Direktur Utama PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk dalam acara paparan publik, usai acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Kamis (05/10/2017).

Disamping itu, menurut Djoko, manajemen perseroan juga selalu terbuka terhadap berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholder) dan pemegang saham perseroan lainnya, terutama terhadap penyampaian informasi yang ada kepada mereka.

Manajemen perseroan juga selalu mempublikasikan berbagai kondisi bisnis perseroan kepada publik untuk memberikan keseimbangan terhadap berbagai berita miring tentang perseroan di masa lalu.

Djoko mengmukakan, status yang diberikan KPK kepada perseroan adalah sebagai tersangka. Kasus tersebut tidak begitu menakutkan. Pasalnya, KPK pada prinsipnya menetapkan perseroan baru menjadi tersangka pelanggaran hukum.

“Jadi, jika nanti divonis bersalah, maka perseroan akan didenda. Tapi kalau yang divonis bersalah itu adalah pribadi, maka pribadi tersebut akan dikenakan hukuman badan. Jadi kasus ini sebenarnya biasa saja dan wajar,” papar Djoko.

Dengan demikian, lanjut Djoko, manajemen perseroan tetap kooperatif, informatif dan transparan terhadap penyelesaian kasus pelanggaran hukum tersebut. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →