Kemenperin: Produksi Karet Nasional Masih Dapat Ditingkatkan

Oleh : Ridwan | Rabu, 04 Oktober 2017 - 15:03 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Indonesia menjadi salah satu negara utama penghasil karet alam dunia dengan produksi mencapai lebih dari tiga juta ton per tahun. Saat ini potensi lahan yang ada saat ini mencapai 3,5 juta hektare.

"Produksi karet nasional masih dapat ditingkatkan lagi," ujar Sekertaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Haris Munandar di Jakarta (4/10/2017).

Karet merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang memiliki peran cukup strategis dalam kegiatan perekonomian Indonesia. Apalagi, konsumsi karet alam saat ini berkisar 580 ribu ton per tahun. Untuk itu, diperlukan upaya-upaya dari pemerintah dalam rangka meningkatkan konsumsi karet alam dalam negeri.

"Pemerintah memandang bahwa langkah-langkah untuk peningkatan konsumsi karet alam dalam negeri perlu segera dilakukan dalam rangka meningkatkan nilai tambah potensi sumber daya alam nasional," tutur Haris.

Selain itu, upaya peningkatan konsumsi karet alam di dalam negeri, juga perlu didukung dengan kemampuan industri nasional dalam penyerapan komoditi tersebut. "Oleh karena itu, pemerintah bertekad mendorong pertumbuhan industri barang-barang karet dalam rangka merealisasikan program peningkatan konsumsi karet alam domestik," tambahnya.

Berdasarkan hal tersebut, Kemenperin telah melakukan upaya melalui kebijakan-kebijakan, di antaranya penguatan struktur industri barang-barang karet, memfasilitasi pemberian insentif untuk industri berteknologi tinggi maupun industri berorientasi ekspor; serta pengembangan kawasan industri.

Haris menambahkan, program peningkatan konsumsi karet alam lokal, perlu diiringi pula dengan program keberlanjutan dan pengembangan industri yang sudah ada. Contohnya, industri ban, sebagai industri yang menyerap 45 persen atau sekitar 270 ribu ton dari total konsumsi karet alam dalam negeri.

Apalagi, produk ban dalam negeri merupakan salah satu komoditi andalan ekspor Indonesia. Dari total produksi, 70 persen diperuntukkan bagi pasar ekspor dengan nilai mencapai 1,5 miliar dollar AS per tahun.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →