Penerapan Otomatisasi Sebabkan Menciutnya Lapangan Pekerjaan
INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia merasa khawatir dengan penutupan ritel yang terjadi belakangan ini. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional, Shinta Kamdani di Jakarta (4/10/2017).
"Dengan adanya penutupan ritel akan berdampak pada semkain kurang dan menciutnya lapangan pekerjaan. Dengan begitu pemasukan masyarakat akan berkurang dan pengeluaran atau konsumsi juga semakin menurun," ujar Shinta.
Berdasarkan catatan Aprindo, industri ritel hanya mampu tumbuh 3,8 persen, angka ini jauh di bawah pertumbuhan pada semester pertama tahun 2016 yang mencapai 10,25 persen.
Lebih lanjut, Shinta mengatakan, dampak penerapan teknologi di perusahaan besar turut serta ambil hilangnya sisi permintaan di masyarakat. "Saat ini otomatisasi teknologi itu sangat berpengaruh," tambahnya.
Seperti diketahui, saat ini industri di Indonesia sedang memasuki era otomatisasi baru. Di era ini, manusia menciptakan robot dan komputer untuk membantu meringankan pekerjaan fisik dan rutinitas sehari-hari. Untuk itu, pemerintah terus mendorong penerapan Industri 4.0 untuk meningkatkan daya saing industri nasional di era digital.
Shinta khawatir dengan penerapan otomatisasi akan meyebabkan menciutnya lapangan pekerjaan. "Pasalnya, sekarang ini jumlah investasi menurun, karena padat modal bukan ke padat karya lagi yang menyerap tenaga kerja," imbuhnya.
Shinta pun mengeaskan, Sekarang para pengusaha hati-hati sekali. Lebih konsolidasi daripada over ekspansi. Untuk itu, Shinta berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi permasalahan tersebut. "Lapangan pekerjaan sangat penting sekali, karena dengan bertumbuhnya lapangan pekerjaan akan semakin meningkatkan daya beli masyarakat," tandasnya.