Penjualan 2017 Jembo Cable Ditargetkan Rp2,15 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 04 Oktober 2017 - 06:30 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Penjualan PT Jembo Cable Company Tbk (JECC), produsen kabel listrik, kabel telekomunikasi dan serat optik, ditargetkan sebesar Rp2,15 triliun pada 2017.

“Sementara itu, laba bersihnya ditargetkan sekitar 5 hingga 5,5% dari total penjualan tersebut,” tutur Antonius Benady, Direktur JECC, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Selasa (03/10/2017).

Per Juni 2017, total penjualan bersih JECC tercatat sebesar Rp1,02 triliun atau sekitar 41,95% dari target. “Laba per Juni 2017 tercatat sebesar Rp55,04 miliar atau sudah mencapai 35,82% dari target,” tukas Antonius.

Sementara itu, demikian Antonius, perseroan per Juni 2017 mencatat aset lancar sebesar 1,17 atau naik 3,11% dibanding posisi pada akhir 2016. “Sedangkan, aset tidak lancar pada semester pertama turun 0,59% menjadi Rp452,77 miliar,” ujar Antonius.

Lebih lanjut Antonius mengungkapkan, total ekuitas perseroan per Juni 2017 turun 1,98% menjadi Rp461,04 miliar dibanding per akhir 2016.

Antonius mengemukakan, kinerja keuangan JECC tahun ini diperkirakan masih akan mampu melampaui realisasi di 2016. “Namun, pencapaiannya diprediksi masih akan lebih rendah dari yang telah dianggarkan dalam rencana sebelumnya,” imbuh Antonius. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →