Jasa Marga Masih Jajaki Pasar untuk Tetapkan Nilai Obligasi Global

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 02 Oktober 2017 - 09:50 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Deli Serdang – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) hingga kini masih menjajaki pasar serta masih memperhitungkan besarnya nilai obligasi global berdenominasi rupiah yang akan diterbitkan pada 2018.

“Persiapan untuk penerbitan obligasi global berdenominasi rupiah ditargetkan selesai pada Desember tahun ini,” ujar Desi Arryani, Direktur Utama JSMR, di sela-sela Festival Jalan Tol Jasa Marga di Tol Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (01/10/2017).

Desi optimistis, obligasi global tersebut akan banyak diminati oleh investor luar negeri, seperti ketika JSMR menerbitkan Sekuritisasi KIK EBA Mandiri-JSMR01. Obligasi global ini diperkirakan dapat meraih rating AAA (Triple A) dari Pefindo seperti KIK EBA tersebut.

“Saat ini kami masih harus mempelajari ekspektasi pasar. Setelah itu, kami baru dapat menetapkan besaran nilainya dan besar kupon obligasinya. Semuanya itu akan tergantung pada pasar,” papar Desi.

Hingga kini, demikian Desi, manajemen JSMR belum menentukan kisaran nilai obligasi global tersebut. “Saat ini, masih dalam proses pemeringkatan (rating). Pemeringkatan itu berpengaruh besar. Desember ini, hal tersebut seharusnya sudah selesai,” tukas Desi.

Sementara itu, Doni Arsyal, Direktur Keuangan JSMR, mengatakan, besarnya obligasi global tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan. Hingga 2019, JSMR akan menambah panjang ruas tol hingga 200 kilometer (km) per tahun.

“Jadi, obligasi global berdenominasi rupiah tersebut diterbitkan atas dasar keperluan tersebut. Nilainya akan ditentukan dengan kondisi pasar,” imbuh Doni. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →