Jasa Marga Bentuk Tim Pengawasan Khusus GCG

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 29 September 2017 - 11:41 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Manajemen PT Jasa Marga Tbk (JSMR) akan membentuk tim khusus langsung di bawah Direktur Utama untuk mengantisipasi berbagai hal merugikan dan melibatkan karyawan perseroan di kemudian hari.

Itu dilakukan manajemen untuk membenahi pengawasan internal perseroan. Tim tersebut akan mengawasi kesinambungan perseroan untuk mematuhi aturan, sesuai dengan perundang-undangan dan memenuhi asas GCG (Good Corporate Governance).

Langkah tersebut diambil setelah muncul kasus dugaan suap dalam proses pengadaan barang dan jasa di kantor cabang Purbaleunyi yang melibatkan karyawan JSMR. Kasus tersebut merupakan perkembangan dari penyidikan KPK dan temuan audit BPK.

“Jasa Marga tidak membenarkan tindakan yang melanggar prinsip-prinsip GCG dengan motif apapun juga. Karena itu, Jasa Marga berkomitmen untuk mendukung dan bersikap kooperatif, serta bersedia memberikan akses seluas-seluasnya demi kebutuhan penyidikan KPK,” ujar Agus Setiawan, Corporate Secretary JSMR di Jakarta, Kamis (28/9).

Agus mengemukakan, Jasa Marga memiliki perangkat untuk menjalankan usaha sesuai prinsip-prinsip GCG, yaitu Code of Conduct (COC) atau kode etik perilaku, Code of Good Corporate Governance (COGCG) atau kode etik GCG, pakta integritas dan whistle blowing system.

Kasus yang melibatkan karyawan Jasa Marga itu, demikian Agus, dijadikan momentum untuk memastikan kembali segala langkah pengawasan dan pencegahan yang telah diterapkan berjalan efektif di seluruh kantor Jasa Marga, baik di pusat maupun cabang.

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →