Imbal Hasil Investasi Pasar Modal Indonesia Tertinggi di Dunia

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 28 September 2017 - 09:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta Dalam 10 tahun terakhir, imbal hasil (return) investasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 193%. Torehan imbal hasil tesebut merupakan yang tertinggi di antara berbagai bursa utama dunia dalam jangka panjang.

Hal tersebut dikemukakan Tito Sulistio, Direktur Utama BEI, dalam seminar bertemakan Invest in Bountiful Indonesia. Seminar yang bertujuan untuk mengenalkan potensi pasar modal Indonesia tersebut diselenggarakan di Brussel Belgia, Rabu (27/09/2017).

Untuk di kawasan, imbal hasil investasi bursa Filipina sebesar 129%, bursa Thailand 127%, Malaysia 50% dan bursa Cina 62%. Sedangkan imbal hasil investasi indeks Dow Jones dan S&P 500 Amerika masing-masing hanya 59% dan 58%, ungkap Tito.

Tito juga menyampaikan paparan dan informasi terkini mengenai iklim investasi di Indonesia. Menurut Tito, berinvestasi di Indonesia itu menarik karena para pelaku pasar atau investor tidak dikenakan pajak dari selisih keuntungan transaksi saham (capital gain).

Transaksi di pasar modal Indonesia hanya dikenakan pajak penghasilan sebesar 0,1% dari total nilai transaksi yang dilakukan, tukas Tito.

Itu adalah hal yang berbeda dari berbagai bursa saham lainnya di kawasan. Seperti bursa Singapura yang menetapkan pajak 22% dari setiap keuntungan transaksi saham untuk investor ritel dan sebesar 17% untuk investor institusi.

Lalu Thailand yang mengenakan pajak 20% dari keuntungan untuk penduduk asli negara gajah putih tersebut dan 15% untuk yang bukan merupakan penduduk asli di sana.

Untuk investor ritel, Malaysia juga mengenakan pajak lebih dari 28% dari keuntungan yang diperoleh. Sedangkan pajak sebesar 24% dikenakan bagi investor institusi. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →