Dari 100 Event Kemenpar Segera Pilih Top 10 Destinasi Calender of Event

Oleh : Chodijah Febriyani | Selasa, 26 September 2017 - 17:07 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepariwisataan ke-III tahun 2017 akan  membuat 100 agenda event nasional yang berskala internasional.

Karena mengusung tema "Wonderful Indonesia Calendar of Event 2018 Sinergi Mencapai 17 Juta Wisman dan 270 Juta Wisnus di Tahun 2010"

Maka dari itu, untuk mendatangkan wisatawan dan memperkenalkan destinasi wisata melaui desnintasinya, Kementerian Pariwisata akan membuat 100 agenda event bertaraf internasional. "Tahun 2018 nanti akan ada 100 event yang berskala internasional, hal ini merupakan salah satu cara untuk menggejot kunjungan wisatawan ke Indonesia," ujar Menteri Pariwisata, Arief Yahya saat press conference Rakornas Kepariwisataan KE-III, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Menpar terus mengingatkan bahwa jika ingin event bertaraf internasional, tampillah dengan mengikuti cara standar dunia.

"Saya sudah berkali-kali kena tegus Pak Presiden, ada empat hal yang harus ditampilkan untuk menjadi standar dunia, yaitu kurasinya, seleksi apa yang ingin ditampilkan koreagafinya, musik dan busananya, lalu desajnernya juga harus bagus," jelasnya.

Dulu sebelumya kita mempunyai kelemahan belum punya Calender of Event (CoE) yang fix siap dijual, tambahnya. "Oleh karena itu, Rakornas ini kami membuat Top 100 event, yang nanti bahwa tiap Provinsi akan terwakili," katanya.

Selain itu, dari Top 100, nantinya akan dipilih menjadi Top 10 destinasi Calendar of Event yang tentunya akan terpilih sesuai kriteria.

"Kriteria dari Saya ada tiga, yang pertama yang banyak mendatangkan wisman,  yang kedua dari yang mendatangkan wisman dengan pertumbuhan yang besar, lalau ketiga yang paling banyak menyumbangkan devisa," ungkapnya.

Lalu untuk event daerah yang mirip dengan daerah lainnya tidak dipermasalahkan karena, tiap daerah biasanya menonjolkan khas daerahnya masing-masing.

"Misalnya untuk Jember Fashion Carnaval, dia fokus di fesyen, Lalu ada Solo yang menampilkan Batiknya, Tomohon yang tampilkan karnaval bunga juga, jadi sebenarnya tiap daerah tidak sama dalam hal menampilakn eventnya," pungkasnyanya.

 

Chodijah Febriyani Lihat semua artikel →