Q3 2016, Total Pendapatan Asuransi Jiwa Naik Rp.158,65 Triliun
INDUSTRY.co.id, Jakarta - Industri asuransi pada tahun 2016 menunjukkan pertumbuhan industri yang sangat baik. Ini sejalan dengan dinamika perekonomian Indonesia yang kian membaik. Pertumbuhan industri terlihat dari tingginya pertumbuhan total pendapatan asuransi itu sendiri baik asuransi jiwa, umum, maupun syariah.
Industri asuransi nasional terus tumbuh dan kokoh bertahan di berbagai kondisi dalam memberikan perlindungan jangka panjang kepada masyarakat Indonesia. Salah satu penyebabnya antara lain beberapa regulasi yang dapat mendorong ke arah percepatan. Ditambah, saat ini masyarakat semakin sadar tentang pentingnya asuransi.
Hal ini bisa dilihat dari pemaparan Hendrisman Rahim selaku Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia yang menjelaskan bahwa "Total pendapatan industri asuransi jiwa di kuartal III-2016 meningkat sebesar Rp.158,65 triliun naik 78,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu" tuturnya.
Hendrisman menambahkan, meningkatnya saluran distribusi bancassurance ini memperlihatkan semakin meningkatnya kerja sama yang dilakukan oleh pihak perbankan dengan sebagian perusahaan asuransi jiwa. Selain itu, potensi pertumbuhannya baik mengingat pemasaran melalui bancassurance relatif lebih mudah dilakukan karena pasar yang dibidik adalah nasabah perbankan yang lebih memahami beragam jenis jasa keuangan.
Sampai akhir tahun 2016 diperkirakan jumlah pendapatan sekitar Rp.212,20 triliun. Jumlah pendapatan perusahaan asuransi jiwa di Indonesia sendiri memang mengalami kenaikan dari tahun 2005-2020, dengan rata-rata kenaikan sebesar 21,63% , dan diperkirakan sampai dengan tahun 2020 akan mengalami kenaikan dengan rata-rata sebesar 19,03%.
Ditahun 2017 prospek pertumbuhan premi diprediksi sekitar 15%-20%. Target tersebut didasarkan pada kondisi perekonomian Indonesia di tahun depan. Dimana, Indonesia bisa menyongsong tahun 2017 dengan pertumbuhan melebihi target yang telah ditetapkan pemerintah (5,1%) jika bisa mengoptimalkan pemberdayaan potensi domestik dan melanjutkan berbagai reformasi dan transformasi yang meyederhanakan investasi.