Terus Ekspansi, Hero Gelontorkan Rp302 Miliar

Oleh : Ridwan | Senin, 18 September 2017 - 14:02 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) terus melakukan ekspansi toko guna memacu pertumbuhan bisnis perseroan. Presiden Direktur HERO, Stephane Deutsch mengungkapkan hingga semester I tahun 2017, perseroan telah menggelontorkan investasi hingga Rp302 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan jaringan ritel sejumlah brand milik perseroan, seperti Hero Supermarket, Guardian, Giant, dan IKEA.

Kita terus ekspansi buka toko baru. Tahun ini investasi toko baru Rp302 miliar. Di mana 41 persen untuk relokasi toko, 27 persen untuk toko-toko baru, 12 persen untuk peremajaan toko yang ada, ujar Stephane melalui keterangan tertulisnya di Jakarta (18/9/2017).

Ia menegaskan,investasi untuk mengembangkan toko-toko baru itu lebih besar dari jumlah yang dikeluarkan pada periode yang sama tahun lalu yang Rp212 miliar. Perseroan juga melakukan ekspansi dengan membuka jaringan toko dengan brand baru, Giant Mart. "Sebagai informasi ini bukan minimart, ini konsep baru," ujar nya.

Lebih lanjut, Dia memaparkan, secara rinci terkait pengembangan sejumlah toko yang menelan investasi mencapai ratusan miliar itu ialah dua Hypermarket Giant Ekstra di Manado dan Malang, serta Hero Supermarket di Bandung dengan konsep baru. "Untuk brand Guardian, pihaknya telah membuka 14 toko baru termasuk toko di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali," terangnya.

Sementara itu, lanjut Stephen, IKEA tengah memperluas cakupan fungsionalitas penjualan online dengan membuka IKEA Distribution Point di Bogor dan IKEA Online Point di Bintaro. Alhasil pada semester I-2017 perseroan mencatatkan penurunan penjualan 3,8% dari Rp7,2 triliun menjadi Rp6,9 triliun.

"Untuk penurunan produk makanan sebesar 6,2 persen. Sementara untuk penjualan produk non-food mengalami kenaikan 12,2 persen," tutup Stephen

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →