Hari ini, IHSG Diprediksi Mampu Pertahankan Titik Support 5.810

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 18 September 2017 - 10:03 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini diperkirakan bakal mengalami perubahan tren penurunan jangka pendek ke arah yang lebih baik menuju target titik resistensi 5.920.

“Kami amati penurunan pasar yang terjadi akibat tekanan jual, terutama di sektor batu bara sudah mereda,” ujar Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, di Jakarta, Senin (18/09/2017).

Yuganur mengemukakan, kondisi tersebut nantinya dapat mempertahankan titik support di level 5.810 dan pada akhirnya hal itu akan dapat mampu mendorong skenario kenaikan berikutnya ke level tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia di posisi 5.920.

Karena itu, menurut Yuganur, dengan adanya peluang kenaikan lanjutan pada sesi perdagangan hari ini, maka kondisi tersebut dapat dimanfaatkan oleh para pelaku pasar untuk mengakumulasi saham-saham pilihan.

Yuganur merekomendasikan BELI saham-saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

Secara teknikal, demikian Yuganur, BBRI, INDF dan ASRI pada saat ini sedang memasuki proses perbaikan harga jangka pendek dan menengah. Karena itu, ketiga saham tersebut menarik untuk dikoleksi.

Jika proses tersebut selesai, maka harga BBRI ditargetkan dapat mencapai kisaran Rp15.250-15.450 per unit. Sementara itu, INDF dan ASRI berpeluang bergerak pada rentang harga Rp8.700-9.000 per unit dan Rp380-410 per unit.

“Sementara itu, penurunan harga komoditas ke titik terendah dalam 10 tahun terakhir ini membuat AALI menjadi menarik untuk diakumulasi. Harga saham produsen minyak sawit mentah ini ditargetkan Rp15.550-15.950 per unit,” imbuh Yuganur. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →