Akhir Pekan ini, IHSG Diprediksi Bergerak pada Kisaran 5.805-5.911

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 15 September 2017 - 09:35 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran 5.805-5.911 pada perdagangan Jumat (15/09/2017) ini. Pergerakan IHSG pada hari ini masih berpotensi melanjutkan penguatan jangka pendek, setelah kemarin naik 0,1% ke posisi 5.852.

“IHSG saat ini sedang berkonsolidasi untuk terus bergerak naik. Itu tercermin dari kuatnya pertahan di titik support 5.805. Dengan bertahan di titik support, maka potensi kenaikan IHSG terlihat masih kuat,” ujar William Suryawijaya, analis PT Indosurya Mandiri Sekuritas, di Jakarta, Jumat (15/09/2017) pagi.

William menuturkan, munculnya pola penguatan IHSG adalah peluang bagi investor untuk mengakumulasi saham-saham berkapitalisasi besar untuk investasi jangka panjang sekaligus menanti kembalinya aliran modal masuk ke bursa saham domestik.

Pada perdagangan hari ini, William menyarankan para pelaku pasar untuk mencermati saham-saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP),

“Disamping itu, jangan lupa pula untuk mencermati saham-saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI),” pungkas William. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →