Kimia Farma Sedang Jajaki Tiga Perusahaan untuk Diakuisisi

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 13 September 2017 - 21:35 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) saat ini sedang menjajaki tiga perusahaan untuk diakuisisi. Ketiga perusahaan tersebut masing-masing bergerak di sektor farmasi, kosmetik dan klinik kencantikan. Rencana akuisisi itu ditargetkan selesai pada 2017 dan 2018.

“Rencana akusisi tersebut adalah bagian dari rencana pertumbuhan anorganik Kimia Farma di masa datang. Hingga kini, kami masih melakukan due diligence (uji tuntas) untuk pelaksanaan akuisisi tersebut,” ujar Honesti Basyir, Direktur Utama KAEF, di sela-sela acara penandatanganan perjanjian penerbitan surat utang jangka menengah, di Jakarta, Rabu (13/09/2017).

Honesti mengemukakan, perseroan perlu memperbesar bisnis anorganik agar kinerja dapat terus tumbuh. Saat ini, 100% pendapatan perseroan berasal dari bisnis organik. Pada 2018, pendapatan perseroan diharapkan berasal dari bisnis anorganik dengan kontribusi antara 5-10%.

“Jika rencana akuisisi itu terealisasi, maka perseroan akan membutuhkan dana yang lebih besar. Karena itu, manajemen perseroan mempertimbangkan untuk menerbitkan surat utang bernilai antara Rp1-2 triliun pada 2018 jika rencana akuisisi itu dilaksanakan,” papar Honesti.

Honesti juga mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah merampungkan akuisisi 60% saham DWAA Ltd. Co., yang memiliki 30% jaringan saham di Arab Saudi.

“Rencana akuisisi tersebut masih menunggu persetujuan dari Kementerian BUMN. Aksi korporasi yang sedang diproses itu diharapkan selesai pada Oktober 2017 mendatang,” pungkas Honesti. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →