Kima Farma Tawarkan Bunga Surat Utang Jangka Menengah 8,1%

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 13 September 2017 - 22:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Surat utang jangka menengah (Middle Term Notes/MTN) PT Kimia Farma Tbk (KAEF) bernilai Rp1 triliun ditawarkan dengan bunga sebesar 8,1% per tahun. Surat utang tersebut memperoleh peringkat AA- (AA minus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

“Surat utang jangka menengah adalah instrumen yang relatif baru bagi kami. Karena Kimia Farma sudah masuk ke dalam pasar modal, maka ada banyak instrumen yang bisa kami eksplor untuk memperoleh dana segar bagi pengembangan usaha,” tutur Honesti Basyir, Direktur Utama KAEF, dalam kata sambutan sebelum penandatanganan perjanjian penerbitan surat utang jangka menengah tersebut, di Jakarta, Rabu (13/09/2017).

Penerbitan surat utang itu akan dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, perseroan akan menerbitkan surat utang berniai Rp400 miliar pada triwulan ketiga 2017. Dana hasil penerbitan tersebut akan digunakan untuk membiayai ekspansi usaha dan pelunasan utang-utang perseroan yang memiliki bunga yang relatif tinggi.

Kemudian, perseroan pada tahap kedua akan menerbitkan surat utang bernilai Rp600 miliar pada triwulan pertama 2018. Dana hasil penerbitan kali ini akan digunakan untuk membiayai ekspansi usaha yang dilakukan melalui investasi di sejumlah proyek lainnya.

Perseroan dalam penerbitan surat utang ini menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT BNI Sekuritas dan PT Indo Premier Sekuritas akan bertindak sebagai arranger. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) bertingak sebagai agen pemantau. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →