Sore ini, IHSG Ditutup Relatif Flat di Posisi 5.872

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 12 September 2017 - 17:02 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Setelah bergerak secara perkasa di kawasan hijau hingga rehat tengah hari tadi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Burs Efek Indonesia (BEI) akhirnya ditutup relatif flat di posisi 5.872 pada perdagangan Selasa (12/09/2017) dibandingkan dengan posisi pada perdagangan satu hari sebelumnya di level 5.871.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.861-5.884. Sebanyak 122 saham mengalami kenaikan harga, 363 saham turun, 114 saham stagnan dan 136 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

Total nilai transaksi jual-beli saham tercatat sebesar Rp6,13 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 7,38 miliar unit saham. Sementara itu, investor asing melakukan aksi jual saham bersih (net selling) senilai Rp393 miliar, tetapi diiringi oleh volume pembelian bersih (net buying volume) sebanyak 1 juta unit saham.

Sebanyak lima dari 10 indeks sektoral BEI menghijau. Indeks sektor pertanian mengalami kenaikan tertinggi, yaitu 0,98% atau 17,31 poin ke posisi 1.776. Kemudian diikuti oleh indeks sektor konsumer dan indeks sektor manufaktur yang masing-masing meningkat 0,47% dan 0,22%. Sementara itu, indeks sektor properti mengalami penurunan paling dalam, yaitu sebesar 1,51% atau 7,71 poin ke posisi 502.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers pada hari ini adalah saham PT BPD Jawa Barat-Banten Tbk (BJBR) yang harganya naik 2,4% atau Rp60 menjadi Rp2.560 per unit, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang harganya meningkat 2,1% atau Rp35 menjadi Rp1.720 per unit dan saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang harganya terangkat 2% atau Rp40 menjadi Rp2.030 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang menjadi top losers adalah saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang harganya turun 11,3% atau Rp240 menjadi Rp1.890 per unit, saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang harganya terpangkas 4,2% atau Rp300 menjadi Rp6.900 per unit dan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang harganya susut 4% atau Rp10 menjadi Rp240 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →