Sore ini, IHSG Ditutup pada Posisi 5.871

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 11 September 2017 - 18:48 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup pada posisi 5.871 pada akhir sesi kedua perdagangan Senin (11/09/2017), naik 0,3% atau 15 poin dibandingkan penutupan pada akhir pekan lalu di level 5.857.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.858-5.883. Sebanyak 207 saham mengalami kenaikan harga, 272 saham turun, 120 saham stagnan dan 132 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

Total nilai transaksi jual-beli saham pada perdagangan hari ini tercatat sebesar Rp5,37 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 6,74 miliar unit saham. Sementara itu, investor asing melakukan aksi jual bersih saham (net selling) bernilai Rp616 miliar dengan volume penjualan sebanyak 262 juta unit saham.

Tujuh dari 10 indeks sektoral BEI menghijau. Indeks sektor properti mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 1,41% atau 7,09 poin ke posisi 509. Kemudian disusul oleh indeks sektor pertanian dan indek sektor industri dasar yang masing-masing naik 1,39% dan 0,77%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers adalah saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang harganya naik 4,1% atau Rp80 menjadi Rp2.030 per unit, saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang harganya meningkat 2,9% atau Rp55 menjadi Rp1.960 per unit dan saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang harganya terangkat 2,6% atau Rp25 menjadi Rp1.000 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang menjadi top losers pada perdagangan hari ini adalah saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang harganya terpangkas 5,3% atau Rp95 menjadi Rp1.685 per unit, saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang harganya turun 3,5% atau Rp350 menjadi Rp9.675 per unit dan saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang harganya susut 2,9% atau Rp60 menjadi Rp1.990 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →