KSEI Diharapkan Dapat Padukan S-Invest ke Seluruh Sistim Infrastruktur Pasar Modal

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 05 September 2017 - 11:32 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) diharapkan dapat memadukan layanan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-Invest) ke seluruh sistim infrastruktur pasar modal. Kewajiban penggunaan S-Invest untuk Transaksi Aset Dasar harus diberlakukan agar industri pengelolaan investasi dapat semakin efektif. Itu sejalan dengan Pasal 2 Peraturan OJK (POJK) No. 28/2016.

“Kedepan, penggunaan S-Invest diharapkan dapat dilakukan secara terpadu dengan sistim pasar modal lainnya,” ujar Sujanto, Direktur Pengelolaan Investasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dalam acara “Peresmian Layanan S-Invest untuk Kegiatan Transaksi Aset Dasar” di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Selatan (05/09/2017).

Sujanto mengemukakan, perpaduan antara S-Invest dengan sistim layanan pasar modal lainnya diyakini akan mampu meningkatkan efisiensi biaya operasional dan memudahkan pengawasan di industri pengelolaan investasi dan penyediaan sentralisasi data investor maupun pelaporan.

Sujanto mengungkapkan, kewajiban penggunaan layanan S-Invest yang diterapkan secara efektif untuk kegiatan transaksi aset dasar tersebut merupakan tahap lanjutan atas kewajiban penggunaan Order Routing S-Invest untuk transaksi berbagai produk investasi yang terdiri dari kegiatan penjualan, pelunasan, pengalihan investasi hingga pembagian manfaat.

Sebelum pemberlakuan S-Invest, para pelaku industri pengelolaan reksadana harus menggunakan faksimili atau surat elektronik sebagai alat komunikasi untuk menjalankan kegiatan transaksi aset dasar.

Akan tetapi, sejak pemberlakuan S-Invest pada 31 Agustus 2016, industri pengelolaan reksa dana mencatatkan pertumbuhan asset under management (AUM) sebesar 21,55% menjadi Rp399,52 triliun per 31 Agustus 2017. Sedangkan, produk yang tercatat meningkat 44% menjadi 2.119 produk. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →