Saham OASA ARA +24%: Maharaksa Biru Energi Meroket Didukung Akuisisi Astrindo dan Proyek PSEL
INDUSTRY.co.id - Jakarta, Saham PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (IDX: OASA) meroket signifikan dan menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) pada sesi perdagangan Senin (13/7/2026). Saham OASA ditutup di level 310, melonjak 60 poin atau +24,00% dari posisi penutupan sebelumnya di 250.
Pergerakan ARA ini didukung oleh volume perdagangan yang meledak luar biasa. Tercatat sebanyak 136 juta saham OASA berpindah tangan pada sesi hari ini, naik hampir 10 kali lipat dibandingkan rata-rata volume harian dalam sepekan terakhir yang hanya berkisar 6-12 juta saham.
Data Perdagangan OASA Hari Ini
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Pembukaan | 256 |
| Tertinggi (Intraday) | 312 |
| Terendah (Intraday) | 248 |
| Penutupan | 310 |
| Perubahan | +60 (+24,00%) |
| Volume | 136.001.900 saham |
| Penutupan Sebelumnya | 250 |
Katalis Pendorong ARA OASA
Beberapa faktor yang diduga menjadi pendorong kenaikan signifikan saham OASA hari ini:
1. Akuisisi Astrindo Nusantara (BIPI) di Anak Usaha OASA
Pada April 2026, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) menandatangani akta jual beli saham untuk mengakuisisi masing-masing 20% saham PT Indoplas Energi Hijau (IEH) dan PT Maharaksa Energi Hijau (MEH), yang merupakan bagian dari kelompok usaha OASA. Nilai transaksi senilai Rp500 juta ini menjadi sinyal kuat bahwa pemain besar melirik potensi bisnis energi hijau OASA.
2. RUPST dan Public Expose Juli 2026
OASA dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Juli 2026 dan Public Expose Tahunan pada 20 Juli 2026. Investor pasar modal kerap mengantisipasi agenda korporasi seperti ini, terutama jika ada potensi pengumuman strategi baru atau rencana ekspansi bisnis.
3. Proyek PSEL (Pengolahan Sampah Energi Listrik)
OASA menegaskan posisinya sebagai pelaku utama pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Indonesia. Perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp100 miliar pada 2026 untuk persiapan proyek PSEL di Jakarta Barat dan Tangerang Selatan. Proyek ini sejalan dengan program pemerintah dalam pengelolaan sampah dan transisi energi.
4. Pembentukan Anak Usaha Baru
Pada Mei 2026, OASA membentuk anak usaha baru bernama PT Bumi Mentari Nusantara untuk memperluas lini bisnis energi terbarukan. Langkah ekspansi ini menunjukkan komitmen perseroan dalam mengembangkan portofolio di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT).
5. Dana Rights Issue Rp575 Miliar
Sebelumnya, BEI menyoroti perubahan penggunaan dana hasil rights issue OASA senilai Rp575 miliar. Perubahan alokasi dana ini menjadi perhatian pelaku pasar dan berpotensi menjadi sentimen positif jika diarahkan ke proyek-proyek strategis.
Profil Singkat Maharaksa Biru Energi (OASA)
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Nama Perusahaan | PT Maharaksa Biru Energi Tbk. |
| Kode Emiten | OASA |
| Sektor | Infrastruktur / Energi Terbarukan |
| Subsektor | Telekomunikasi / Wireless |
| Bisnis Utama | Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL), Energi Baru Terbarukan |
| Lokasi Proyek | Jakarta Barat, Tangerang Selatan |
| Kapitalisasi Pasar | Rp1,56 triliun |
| Corporate Secretary | Chandra Devikemalawaty |
Pergerakan Harga OASA
Dalam sebulan terakhir, saham OASA bergerak dalam rentang 226 hingga 312. Sebelum hari ini, saham OASA cenderung bergerak sideways di kisaran 240-266 dengan volume yang relatif rendah. Lonjakan ARA hari ini merupakan pergerakan luar biasa yang memecah pola konsolidasi tersebut.
| Periode | Harga |
|---|---|
| Terendah 1 Bulan | 226 (18 Juni 2026) |
| Sebelum ARA | 250 (10 Juli 2026) |
| Pembukaan Hari Ini | 256 |
| Tertinggi Intraday | 312 |
| Penutupan ARA | 310 (+24,00%) |
Risiko dan Catatan Investor
Meskipun ARA hari ini sangat menggembirakan bagi pemegang saham OASA, investor perlu mencatat beberapa hal:
- Volatilitas tinggi - Saham yang baru saja ARA berpotensi mengalami koreksi atau profit taking di sesi-sesi berikutnya.
- Volume anomali - Volume 136 juta saham jauh di atas rata-rata, yang bisa mengindikasikan akumulasi besar atau spekulasi jangka pendek.
- RUPST 22 Juli - Hasil RUPST akan menjadi penentu arah selanjutnya. Jika tidak ada kejutan positif, saham berpotensi koreksi.
- Proyek PSEL masih tahap persiapan - Capex Rp100 miliar dialokasikan untuk persiapan, belum ada revenue dari proyek ini dalam waktu dekat.
Disclaimer: Artikel ini merupakan analisa dan opini yang bersifat informatif, bukan ajakan atau rekomendasi untuk membeli, menjual, atau menahan saham maupun instrumen keuangan lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.