Menperin Agus Gumiwang Tawarkan 180 Kawasan Industri ke Investor Rusia, Contoh Keberhasilan Kendal Special Economic Zone
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menggenjot promosi kawasan industri Indonesia di pasar global. Dalam ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, pemerintah menawarkan potensi 180 kawasan industri nasional kepada pemerintah dan pelaku usaha Rusia guna menarik investasi sekaligus membangun klaster industri internasional.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pengembangan kawasan industri menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk mempercepat pemerataan industrialisasi sekaligus meningkatkan daya saing sektor manufaktur Indonesia.
"Pengembangan kawasan industri merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pemerataan industrialisasi sekaligus memperkuat daya saing manufaktur nasional. Kawasan industri memainkan peranan penting dalam mempercepat transformasi industri nasional, membangun ekosistem terintegrasi yang mendukung hilirisasi, peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, hingga daya saing industri nasional di tingkat global," ujar Agus dalam sesi Business Talk - Panel Discussion Dialogue between Russian and Indonesian SEZs/Industrial Estate di Ekaterinburg, Rusia, Selasa (8/7).
Agus mengungkapkan optimisme tersebut tercermin dari kinerja kawasan industri sepanjang 2025. Nilai investasi yang masuk ke kawasan industri mencapai Rp6.744,58 triliun, meningkat 9,26% dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, kawasan industri juga mampu menyerap sekitar 2,35 juta tenaga kerja, memperkuat perannya sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara itu, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Tri Supondy menilai harmonisasi regulasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kerja sama investasi antara Indonesia dan Rusia.
"Harmonisasi regulasi antara Indonesia dan Rusia menjadi kunci untuk memastikan setiap investasi kawasan industri berjalan efisien, transparan, dan saling menguntungkan bagi kedua negara," kata Tri.
Menurutnya, dialog tersebut diharapkan menjadi fondasi kemitraan jangka panjang, tidak hanya dalam investasi tetapi juga transfer teknologi, pengembangan kapasitas kawasan industri, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam forum tersebut, pemerintah memaparkan bahwa hingga triwulan II-2026 Indonesia telah memiliki 180 kawasan industri yang dihuni hampir 12 ribu perusahaan atau tenant.
Pengembangan kawasan industri difokuskan pada empat pendekatan, yakni, kawasan industri berteknologi tinggi, kawasan berbasis hilirisasi sumber daya alam, kawasan hemat air di luar Pulau Jawa, dan kawasan padat karya di Pulau Jawa.
Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi logistik sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.
Untuk menarik investor asing, pemerintah juga menawarkan berbagai insentif fiskal maupun nonfiskal.
Fasilitas tersebut meliputi kemudahan perizinan berbasis risiko, status kawasan industri sebagai Objek Vital Nasional, pemberian Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), program restrukturisasi mesin industri, hingga berbagai insentif perpajakan seperti tax allowance, investment allowance, super tax deduction untuk riset dan vokasi, serta pembebasan bea masuk mesin dan bahan baku.
Selain itu, Indonesia juga menawarkan biaya tenaga kerja yang kompetitif di sejumlah kawasan industri sebagai daya tarik bagi investor manufaktur global.
Dalam kesempatan itu, Kemenperin turut mempromosikan Kendal Special Economic Zone (SEZ) sebagai contoh keberhasilan pengembangan kawasan industri di Indonesia.
Kawasan hasil kerja sama Jababeka & Co. dan Sembcorp Urban Development Singapura tersebut telah mencatatkan investasi kumulatif sebesar Rp187,05 triliun hingga 2025 dengan penyerapan lebih dari 76 ribu tenaga kerja.
Saat ini Kendal SEZ dihuni 142 perusahaan dari berbagai negara dengan sektor unggulan meliputi fesyen, otomotif, energi terbarukan, dan elektronika.
Tingginya tingkat okupansi kawasan mendorong pengembangan Ecosystem Hub seluas 1.200 hektare yang akan mencakup pusat riset dan inovasi, kawasan industri berkelanjutan, kawasan komersial, hingga permukiman terpadu.
Proyek tersebut diproyeksikan mampu menarik tambahan investasi sekitar Rp370 triliun dan menciptakan hingga 250 ribu lapangan kerja.
Forum dialog di INNOPROM 2026 juga menjadi tindak lanjut penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) dan Association of Clusters, Technology Parks and SEZs of Russia sehari sebelumnya.
Kesepakatan itu diharapkan menjadi pintu masuk bagi peningkatan investasi, pengembangan kawasan industri, serta pembentukan klaster industri internasional yang mampu meningkatkan daya saing Indonesia dan Rusia di pasar global.