Siapkan Talenta Nuklir, BRIN Perluas Beasiswa dan Mobilitas Riset Internasional

Oleh : Nata Kesuma | Jumat, 10 Juli 2026 - 07:58 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu prioritas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam mempersiapkan pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia, termasuk mendukung agenda pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). 

Melalui berbagai program strategis, BRIN mendorong lahirnya talenta-talenta unggul di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir melalui skema beasiswa hingga program mobilitas riset internasional.

Komitmen tersebut disampaikan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN, Edi Giri Rachman Putera, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) BRIN, INET Tsinghua University bersama 14 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia di Ruang Jirap, Gedung BJ Habibie, Jakarta, Kamis (9/7).

"Kami menargetkan hingga sekitar 200 mahasiswa doktor untuk mengikuti program ini di berbagai universitas dunia. Kami berharap semakin banyak mahasiswa Indonesia memilih Tsinghua University sebagai tempat melanjutkan studi, terutama pada bidang teknologi nuklir, teknologi reaktor, dan teknologi akselerator," jelasnya.

Menurut Edi, BRIN bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam beberapa tahun terakhir telah mengembangkan Program Beasiswa Sangat Terarah (Targeted Scholarship). 

Program ini dirancang untuk mengirimkan talenta terbaik Indonesia menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi kelas dunia, termasuk Tsinghua University, khususnya Institute of Nuclear and New Energy Technology (INET) dan bidang Teknik Fisika.

Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memperdalam kompetensi pada bidang teknologi reaktor, teknologi akselerator, serta ilmu pengetahuan nuklir yang menjadi fondasi penting bagi pengembangan teknologi strategis nasional.

Selain memperluas akses pendidikan melalui beasiswa, BRIN juga membuka kesempatan bagi peneliti dan mahasiswa Indonesia untuk mengikuti program mobilitas internasional. 

Skema ini memungkinkan peserta menjalankan riset kolaboratif selama beberapa bulan di berbagai lembaga penelitian terkemuka dunia.

Salah satu implementasinya adalah pengiriman mahasiswa Indonesia ke CERN, Swiss. Dalam program tersebut, para mahasiswa terlibat langsung dalam penelitian bersama ilmuwan internasional hingga enam bulan. 

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari penyelesaian tugas akhir, tetapi juga memberikan pengalaman bekerja di laboratorium berteknologi tinggi dengan standar riset global.

Upaya penguatan kapasitas SDM itu juga didukung melalui alokasi pendanaan yang cukup besar. Edi mengungkapkan, BRIN setiap tahun menganggarkan sekitar 8–10 juta dolar AS untuk pengembangan sumber daya manusia. 

Nilai tersebut diperkirakan terus meningkat seiring semakin eratnya kolaborasi dengan LPDP, baik untuk mendukung studi mahasiswa Indonesia di luar negeri maupun menghadirkan profesor internasional guna mengajar dan membimbing mahasiswa di tanah air.

Edi juga berharap kolaborasi melalui China–Indonesia Belt and Road Joint Laboratory dapat membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa Indonesia untuk mengikuti pendidikan dan penelitian di bidang High Temperature Gas-cooled Reactor (HTGR) serta berbagai teknologi nuklir lainnya.

"Kami berharap semakin banyak dosen, mahasiswa, peneliti, dan perguruan tinggi di Indonesia bergabung dalam jejaring kolaborasi ini. Penguatan SDM merupakan kunci agar Indonesia memiliki kapasitas yang memadai dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi nuklir secara aman, damai, dan berkelanjutan," pungkasnya.

Nata Kesuma

Redaksi

Nata Kesuma adalah seorang jurnalis dan penulis yang berbasis di Indonesia. Dengan rekam jejak karier lebih dari enam tahun di Industry.co.id, ia telah menghasilkan lebih banyak artikel dengan total jangkauan jutaan pembaca. Spesialisasinya mencakup politik nasional, kebijakan pemerintah, industri manufaktur, serta sektor keuangan dan energi. Nata dikenal dengan gaya penulisan yang informatif dan tajam, kerap mengangkat topik-topik strategis seperti hilirisasi industri, kebijakan ekonomi pemerintah, serta perkembangan kawasan industri Jababeka. Selain dunia jurnalisme, ia juga aktif sebagai kreator digital yang memproduksi konten-konten evergreen seputar pendidikan, UMKM, dan gaya hidup.

Lihat semua artikel →