Sebagai Mesin Pendorong Pembiayaan Syariah Rumah Rakyat, Bank BSN Pertegas Posisi sebagai Mortgage Bank Syariah
INDUSTRY.co.id, Jakarta — PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menegaskan komitmennya untuk secara konsisten mengawal pertumbuhan bisnis di sektor perumahan nasional melalui strategi penyelarasan yang kuat di sisi pasokan (supply side) maupun permintaan (demand side). Langkah strategis ini diambil untuk memperkokoh posisi Bank BSN sebagai salah satu pemain utama pembiayaan perumahan (mortgage bank) berbasis syariah di Indonesia.
Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, mengatakan bahwa fokus keberlanjutan ini menjadi motor penggerak utama bagi perseroan dalam membangun portofolio pembiayaan perumahan beserta ekosistem turunannya secara berkesinambungan. Dalam operasionalnya, Bank BSN secara aktif menyelaraskan dukungan pembiayaan bagi pengembang (developer) dengan fasilitas KPR Syariah bagi masyarakat selaku konsumen akhir (buyer).
"Kami membangun sinkronisasi antara sisi pasokan (supply side) dan permintaan (demand side). Jadi, pengembang (developer) kami support dari supply side-nya dan di sisi demand side, kami fasilitasi KPR untuk pembelinya (buyer). Penyelarasan ini harus berjalan searah (inline)," kata Alex di Jakarta, Kamis (9/7).
Komitmen mengawal bisnis jangkar (core business) ini tercermin nyata dari struktur portofolio perseroan. Alex menyebutkan bahwa porsi pembiayaan griya atau mortgage exposure saat ini mendominasi dan mencakup sekitar 96% dari total keseluruhan fungsi intermediasi yang disalurkan oleh Bank BSN.
Secara akumulatif, total penyaluran pembiayaan Bank BSN pada akhir tahun buku 2025 sukses mencatatkan lonjakan spektakuler sebesar Rp54,87 triliun, tumbuh hingga 4.083,8% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang senilai Rp1,31 triliun.
Di segmen KPR bersubsidi, Bank BSN memperkuat dominasinya dengan mematok target penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 73.700 unit untuk sepanjang tahun 2026. Hingga akhir Juni 2026, perseroan tercatat telah merealisasikan pembiayaan rumah bersubsidi sebanyak 28.000 unit KPR FLPP.
Berdasarkan data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) per 24 Juni 2026, ekspansi agresif ini berhasil mengerek pangsa pasar (market share) KPR subsidi Bank BSN menjadi 25,2%, naik signifikan dari posisi Desember 2025 yang bertengger di level 21,32%.
Memasuki periode hingga Juni 2026, Bank BSN mulai mengimbangi dominasi KPR subsidi dengan memperluas basis nasabah (customer base) ke segmen non-subsidi komersial. Secara keseluruhan sejak awal berdirinya ekosistem ini, Bank BSN telah melayani pembelian rumah untuk sekitar 500.000 nasabah KPR di seluruh Indonesia.
Alex memastikan ekspansi yang masif ini tetap berjalan di atas koridor tata kelola risiko yang ketat. Kualitas aset pembiayaan perseroan dipastikan sangat sehat dengan rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) yang dapat terjaga dengan baik.