Program Cetak Sawah Papua, Mentan Amran: Pendapatan Petani Naik hingga 300 Persen
INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah terus memperkuat pengembangan sektor pertanian di Papua melalui program cetak sawah dan optimasi lahan.
Melalui dua program tersebut, Kementerian Pertanian menyebut telah mengembangkan lahan pertanian seluas 137.429 hektare sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Merauke menjadi salah satu wilayah yang disebut mulai merasakan dampak program tersebut.
Kementerian Pertanian mengklaim indeks pertanaman meningkat dari 1,05 menjadi 1,82–2,00. Selain itu, produktivitas padi, produksi beras, dan luas panen juga dilaporkan mengalami peningkatan.
Tak hanya berfokus pada perluasan lahan, pemerintah juga mengembangkan ekosistem pertanian modern melalui penyediaan alat dan mesin pertanian, benih unggul, pembangunan jaringan irigasi, Brigade Pangan, serta pendampingan dan insentif bagi petani.
Dalam pengembangan pangan nasional, Papua menjadi salah satu wilayah prioritas. Program tersebut mencakup 83.030 hektare cetak sawah dan 54.399 hektare optimasi lahan.
Papua Selatan menjadi daerah dengan cakupan terbesar melalui pengembangan 48.934 hektare cetak sawah dan 53.499 hektare optimasi lahan.
Sementara itu, program cetak sawah juga dilaksanakan di Provinsi Papua seluas 24.248 hektare, Papua Barat Daya 4.675 hektare, Papua Barat 3.373 hektare, serta Papua Pegunungan 2.000 hektare.
Kementerian Pertanian juga menyoroti keterlibatan generasi muda Papua dalam penerapan teknologi pertanian modern.
Sejumlah alat seperti drone penyemprot, rice transplanter, combine harvester, traktor modern, hingga mesin pengering hasil panen (dryer) disebut mulai digunakan untuk meningkatkan efisiensi budidaya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan program tersebut merupakan milik masyarakat Papua. Ia mengklaim pelaksanaannya telah memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan petani.
"Program ini milik rakyat, milik masyarakat putra daerah Papua. Jangan ada yang mengatasnamakan masyarakat mengatakan tidak setuju, karena faktanya setelah program berjalan pendapatan masyarakat naik hingga 300 persen. Bahkan sekarang masyarakat justru meminta tambahan cetak sawah," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.