PTBA Gandeng Pertamina NRE Kembangkan PLTS, Bidik Optimalisasi Lahan Pascatambang dan Energi Hijau

Oleh : Hariyanto | Rabu, 08 Juli 2026 - 12:13 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memperkuat langkah diversifikasi bisnis energi dengan menggandeng Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) untuk mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di area operasional perseroan. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang diharapkan mempercepat transisi energi nasional sekaligus membuka sumber pertumbuhan bisnis baru bagi perusahaan.

Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan mengatakan, kerja sama tersebut menjadi momentum strategis bagi perseroan untuk mengambil bagian dalam pengembangan proyek PLTS yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

"Sinergi ini menjadi milestone strategis bagi PTBA dalam percepatan transformasi bisnis energi, penguatan portofolio EBT, dan peningkatan kontribusi pendapatan energi masa depan," ujar Bambang.

Menurutnya, sebagai perusahaan energi, PTBA memandang keberlanjutan tidak hanya berfokus pada upaya menekan emisi karbon, tetapi juga pada optimalisasi pemanfaatan sumber daya melalui inovasi dan penguasaan teknologi.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto menambahkan, transformasi bisnis perseroan mengusung konsep Sustainability Through Technology, yakni memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan energi yang lebih bersih tanpa mengabaikan aspek ketahanan energi maupun pertumbuhan ekonomi.

"Menurut saya yang lebih penting adalah bagaimana kita memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan energi yang semakin bersih, lebih efisien, dan mampu menurunkan emisi karbon secara signifikan. Di sisi lain, kita juga terus mengembangkan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari portofolio energi masa depan Indonesia. Semangat tersebut sejalan dengan transformasi yang sedang dijalankan PTBA," kata Turino.

Selain mengembangkan proyek hilirisasi batu bara seperti Coal to DME, Synthetic Natural Gas (SNG), dan Kalium Humat, PTBA juga terus memperluas bisnis energi baru terbarukan. Hingga saat ini, total portofolio PLTS perseroan telah mencapai kapasitas 1,2 MWp.

Melalui pengembangan energi bersih tersebut, PTBA berharap dapat memperkuat ekosistem bisnis hijau sekaligus membuka peluang memperoleh pendanaan hijau (green funding) untuk mendukung proyek-proyek hilirisasi di masa mendatang.

Turino menilai kerja sama dengan Pertamina NRE juga membuka peluang optimalisasi aset nasional, khususnya pemanfaatan lahan pascatambang sebagai kawasan pengembangan PLTS maupun proyek energi terbarukan lainnya.

"Melalui kerja sama dengan PT Pertamina New & Renewable Energy, kami melihat peluang besar untuk mengoptimalkan aset nasional yang dimiliki PTBA, termasuk pemanfaatan lahan pascatambang sebagai kawasan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) maupun berbagai potensi renewable energy lainnya yang dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan," ujarnya.

Ia mengungkapkan, salah satu tantangan utama pengembangan PLTS adalah ketersediaan lahan. Sementara itu, PTBA memiliki ribuan hektare lahan pascatambang yang telah direklamasi dan berpotensi dialihfungsikan menjadi pusat produksi energi hijau.

"Salah satu problem PLTS adalah penyediaan lahan, nah di sisi lain kami banyak lahan pascatambang yang direklamasi. Maka alangkah baiknya setelah reklamasi bisa menjadi sumber energi baru. Kami ada ribuan hektare, mungkin yang awal saya dengar dari teman-teman kami punya lebih dari 250 hektare lahan pascatambang yang siap untuk digunakan," jelas Turino.

PTBA meyakini kolaborasi dengan Pertamina NRE dapat menjadi contoh sinergi BUMN dalam mempercepat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, dan optimalisasi aset negara, sekaligus mendukung target Net Zero Emission Indonesia.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →