Alumni FK Universitas YARSI Angkatan 1999 Gelar Khitanan Massal Gratis di Bekasi
INDUSTRY.co.id - BEKASI – Alumni Fakultas Kedokteran (FK) Universitas YARSI Angkatan 1999 kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui kegiatan bakti sosial khitanan massal gratis bagi 55 anak yatim, piatu, dhuafa, dan keluarga kurang mampu.
Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Darojatul Ashfad (Daarfhad), Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Minggu (5/7).
Program pengabdian masyarakat ini tidak sekadar memberikan layanan khitan tanpa biaya, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan yang komprehensif. Mulai dari tindakan medis, pemberian obat-obatan, observasi kesehatan, hingga pendampingan pascatindakan disiapkan untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan penanganan terbaik.
Penanggung Jawab Bakti Sosial Khitanan Massal, dr. Victorino, MKM, menjelaskan bahwa seluruh peserta berasal dari keluarga yang benar-benar membutuhkan. Mayoritas anak yang mengikuti kegiatan berusia antara 4 hingga 7 tahun atau masih duduk di bangku taman kanak-kanak hingga kelas 1 dan 2 sekolah dasar.
"Sebanyak 55 peserta merupakan anak yatim piatu, anak dari keluarga kurang mampu, dan dhuafa yang tinggal di sekitar Ponpes Daarfhad," ujar Victorino.
Menurutnya, proses pendataan peserta dilakukan secara selektif dengan melibatkan pihak pondok pesantren, pengurus RT dan RW, serta tokoh masyarakat setempat. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan benar-benar diterima oleh anak-anak yang belum mampu mengakses layanan khitan karena keterbatasan biaya.
"Perekrutan peserta kami serahkan kepada pihak pondok dengan melibatkan RT, RW, dan tokoh masyarakat sehingga benar-benar diprioritaskan bagi anak-anak yang membutuhkan dan belum memiliki biaya untuk khitan. Karena kita ketahui biaya khitan tidak sedikit," katanya.
Dalam pelaksanaannya, tim dokter menggunakan metode elektrokauter, yang lebih dikenal masyarakat sebagai metode laser. Teknik ini dipilih karena mampu mengurangi risiko perdarahan selama proses khitan sehingga dinilai lebih aman dan nyaman bagi anak-anak.
Meski demikian, Victorino mengingatkan bahwa pembengkakan ringan setelah tindakan merupakan bagian dari proses penyembuhan yang normal. Oleh karena itu, setiap peserta menjalani observasi selama kurang lebih 20 menit setelah khitan untuk memastikan kondisinya stabil sebelum diperbolehkan pulang.
"Setelah tindakan, setiap anak kami observasi sekitar 20 menit supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama perdarahan pascakhitan," jelasnya.
Panitia juga menyiapkan mini apotek sebagai bagian dari pelayanan kesehatan. Seluruh peserta memperoleh obat pereda nyeri dan antibiotik yang dikonsumsi selama tiga hingga lima hari guna mencegah infeksi. Semua layanan tersebut diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya.
Victorino menambahkan, masa pemulihan menggunakan metode elektrokauter umumnya berlangsung sekitar lima hingga tujuh hari. Selama proses penyembuhan, anak-anak dianjurkan mengurangi aktivitas fisik, menjaga luka tetap kering, serta menghindari berlari, bermain berlebihan, maupun naik turun tangga.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan pasien, Alumni FK Universitas YARSI Angkatan 1999 juga menggandeng Puskesmas Sukaraya untuk melakukan pemantauan pascatindakan. Jika dalam dua hingga tiga hari setelah khitan muncul keluhan, peserta dapat memperoleh pemeriksaan lanjutan di puskesmas tersebut.
"Bagi peserta yang memiliki BPJS Kesehatan, pelayanan lanjutan dapat ditanggung. Sedangkan bagi yang belum memiliki BPJS, kami akan membantu dukungan pembiayaannya," tutur Victorino.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Persaudaraan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas YARSI (PERSALUNY), dr. Taufik Aziz Attamimi, Sp.B., FINACS., M.H.Kes., mengatakan bahwa bakti sosial ini merupakan agenda rutin yang terus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian alumni terhadap masyarakat.
"Kegiatan ini kami lakukan secara rutin sebagai bentuk pengabdian alumni YARSI kepada masyarakat," katanya.
Apresiasi turut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Daarfhad, KH Sudrajat, yang menilai kegiatan tersebut sangat membantu warga sekitar, khususnya keluarga kurang mampu yang kesulitan membiayai khitan anak-anak mereka.
"Atas nama pengasuh pondok, yayasan, para wali santri, dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada tim dokter Alumni YARSI Angkatan 1999 yang datang dengan penuh keikhlasan untuk mengabdi kepada masyarakat. Semoga menjadi amal ibadah dan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang," ujarnya.