Menpar Widiyanti Dorong Belitong Geopark Matangkan Persiapan Revalidasi UNESCO demi Raih Green Card

Oleh : Candra Mata | Senin, 06 Juli 2026 - 09:52 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meminta seluruh pengelola Belitong UNESCO Global Geopark bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan memaksimalkan persiapan menghadapi proses revalidasi UNESCO yang dijadwalkan berlangsung pada 3–7 Agustus 2026. 

Persiapan tersebut dinilai penting agar Belitong dapat meningkatkan statusnya kembali menjadi Green Card setelah pada evaluasi sebelumnya memperoleh Yellow Card.

Saat memimpin rapat koordinasi di Hotel Sheraton Belitung, Minggu (5/7), Widiyanti menegaskan seluruh rekomendasi yang diberikan tim asesor UNESCO harus ditindaklanjuti secara serius melalui langkah-langkah nyata di lapangan.

"Oleh karena itu, saya berharap pertemuan hari ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai perkembangan tindak lanjut atas seluruh rekomendasi UNESCO, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih memerlukan dukungan dan percepatan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah," kata Widiyanti.

Belitong UNESCO Global Geopark memperoleh pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark sejak Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-211 di Paris pada April 2021. 

Kawasan tersebut mencakup sekitar 4.800 kilometer persegi wilayah daratan dan 13.000 kilometer persegi wilayah laut dengan 24 geosite yang tersebar di Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur.

Pada revalidasi pertama yang berlangsung pada 15–20 Juli 2024, UNESCO memberikan lima rekomendasi dan empat saran perbaikan yang berujung pada status Yellow Card. 

Karena itu, menurut Widiyanti, sejumlah aspek masih perlu diperkuat, mulai dari kelembagaan pengelola geopark, dukungan anggaran, penyelesaian regulasi, hingga kesiapan masyarakat di sekitar kawasan geosite.

Selain itu, penguatan interpretasi dan storytelling di setiap geosite juga menjadi perhatian agar wisatawan dapat memahami nilai geologi, keanekaragaman hayati, budaya, serta kehidupan masyarakat Belitung secara utuh.

Kementerian Pariwisata, lanjutnya, akan terus mendampingi proses persiapan hingga tahapan revalidasi selesai. 

Bentuk dukungan tersebut antara lain melalui pemasangan rambu di geosite prioritas, penyelenggaraan seminar internasional, penyediaan papan informasi dwibahasa dengan material yang tahan terhadap cuaca, pembaruan situs web resmi geopark, integrasi informasi peringatan dini cuaca dari BMKG, serta keberlanjutan program Geopark Goes to School.

Widiyanti menilai kesiapan masyarakat lokal juga menjadi salah satu faktor penting karena asesor UNESCO kerap berdialog langsung dengan warga saat melakukan penilaian di lapangan.

"Seluruh rekomendasi dan saran UNESCO harus dijawab dengan kerja nyata, tata kelola yang kuat, dan koordinasi yang rapi antara pemerintah daerah, pengelola geopark, komunitas, pelaku wisata, dan masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan geopark tidak hanya berkaitan dengan pengakuan internasional, tetapi juga menjadi instrumen pelestarian warisan bumi, sarana edukasi, sekaligus penggerak manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Sementara itu, Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengembalikan status Belitong UNESCO Global Geopark menjadi Green Card.

"Ini adalah PR kita untuk bekerja keras, untuk bersama-sama mengembalikan geopark ini menjadi hijau kembali," kata Djoni.

Dalam kesempatan tersebut, Djoni juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pariwisata atas dukungannya terhadap pembukaan penerbangan internasional langsung menuju Belitung.

"Terima kasih kepada Ibu Menteri yang sudah mendukung dibukanya penerbangan internasional di Belitung ini, luar biasa. Tentunya ini bukan pekerjaan yang mudah," ujarnya.

Dalam rangkaian kunjungan kerja di Belitung, Menteri Pariwisata turut meninjau Bukit Peramun yang menjadi salah satu geosite Belitong UNESCO Global Geopark di Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, serta mengunjungi Belitong Geopark Information Center sebagai bagian dari persiapan menghadapi revalidasi UNESCO.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →