Ferrero Perkuat Rantai Pasok Berkelanjutan, Ketertelusuran Bahan Baku Tembus Hampir 100%
INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Ferrero Group memperkuat strategi bisnis jangka panjangnya melalui penguatan rantai pasok berkelanjutan. Dalam Sustainability Report tahun fiskal 2024/2025 yang dirilis bertepatan dengan peringatan 80 tahun perusahaan, produsen cokelat dan makanan manis tersebut menunjukkan peningkatan ketertelusuran bahan baku utama hingga mendekati 100% sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pasokan dan memenuhi tuntutan pasar global terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Laporan tersebut menegaskan bahwa keberlanjutan kini telah menjadi bagian dari strategi inti perusahaan, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, pengembangan produk, hingga pengelolaan sumber daya manusia. Ferrero juga memperkenalkan penguatan kerangka Ferrero Farming Values sebagai pendekatan utama dalam memastikan rantai pasok yang lebih transparan, tangguh, dan berkelanjutan.
President Ferrero Group, Giovanni Ferrero, mengatakan keberhasilan bisnis perusahaan tidak dapat dipisahkan dari keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat yang menjadi bagian dari rantai pasoknya.
"Keberhasilan jangka panjang Ferrero selalu berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat dan ekosistem yang menjadi fondasi rantai pasok kami. Konsumen kini semakin mencari merek yang dapat mereka percaya, dibangun atas kualitas produk, praktik pengadaan bahan baku yang baik, proses manufaktur yang cermat, serta komitmen nyata terhadap manusia dan bumi," ujar Giovanni Ferrero.
Ia menambahkan, Ferrero akan terus berinvestasi dalam berbagai inisiatif yang mendukung perlindungan sumber daya alam, pemberdayaan karyawan dan komunitas, serta menghadirkan produk yang dapat dinikmati lintas generasi.
Melalui Ferrero Farming Values, perusahaan menerapkan lima pilar utama yang mencakup due diligence pemasok, ketertelusuran rantai pasok, sertifikasi, praktik pertanian berkelanjutan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kerangka tersebut diterapkan pada komoditas strategis seperti kakao, minyak sawit, hazelnut, kopi, dan produk susu.
Chief Executive Officer Ferrero Group, Lapo Civiletti, mengatakan pendekatan tersebut dirancang untuk memperkuat akuntabilitas pemasok sekaligus meningkatkan daya tahan rantai pasok perusahaan.
"Ferrero Farming Values menerjemahkan pendekatan keberlanjutan kami menjadi langkah nyata dalam pengadaan bahan baku utama. Kerangka ini memberikan pendekatan yang terstruktur untuk memperkuat akuntabilitas pemasok, meningkatkan ketertelusuran dan sertifikasi, mendukung para petani, serta mendorong kolaborasi di seluruh sektor," ujar Lapo Civiletti.
Dari sisi operasional, Ferrero mencatat tingkat ketertelusuran yang tinggi pada berbagai bahan baku utama. Ketertelusuran kakao mencapai 98% hingga peta poligon lahan pertanian, minyak sawit 98,6% hingga tingkat perkebunan, hazelnut 97% hingga tingkat petani, serta kopi mencapai 100% hingga peta poligon perkebunan.
Perusahaan juga telah menganalisis hampir 230.000 poligon rantai pasok dari pemasok kakao, kopi, dan minyak sawit yang diselaraskan dengan ketentuan European Union Deforestation Regulation (EUDR). Selain itu, 99% volume kakao diperoleh melalui skema sertifikasi independen, sementara seluruh volume minyak sawit telah tersertifikasi RSPO dan seluruh biji kopi mengantongi sertifikasi Rainforest Alliance.
Pada aspek lingkungan, Ferrero melanjutkan pengembangan Climate Transition Plan melalui peluncuran Decarbonization Hub untuk mempercepat pengurangan emisi di fasilitas produksi. Perusahaan juga berhasil memangkas emisi gas rumah kaca Scope 1 dan Scope 2 sebesar 7,2% dibandingkan tahun sebelumnya, didukung oleh 24 fasilitas produksi yang telah menggunakan 100% listrik terbarukan dari jaringan listrik.
Di sisi kemasan, sebanyak 92,9% kemasan Ferrero kini telah dirancang agar dapat didaur ulang, digunakan kembali, atau dikomposkan. Redesain kemasan Ferrero Rocher juga berhasil menurunkan rasio penggunaan plastik terhadap produk sebesar 14,7% dibandingkan baseline 2019/2020 dan secara kumulatif menghindari penggunaan sekitar 16.000 ton plastik sejak September 2021.
Ferrero juga terus memperluas investasi sosial melalui program pengembangan petani kakao bersama Save the Children di Pantai Gading yang ditargetkan menjangkau 235 komunitas pada 2030. Sementara itu, program Joy of Moving telah menjangkau lebih dari 4,9 juta anak di 35 negara sepanjang 2025 dan lebih dari 60 juta anak secara global sejak pertama kali diluncurkan pada 2005.