RUPST J Trust Bank Setujui Perubahan Direksi, Fokus Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko

Oleh : Hariyanto | Rabu, 01 Juli 2026 - 18:49 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 di Jakarta, Selasa (30/6). Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan perseroan, mulai dari Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan tahun buku 2025, perubahan Anggaran Dasar, penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik, penetapan remunerasi pengurus, hingga perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris.

Direktur Utama J Trust Bank, Ritsuo Fukadai, mengatakan RUPST merupakan forum tertinggi perseroan untuk memperoleh persetujuan pemegang saham atas pelaksanaan pengelolaan bank, termasuk kinerja Direksi dan pelaksanaan fungsi pengawasan Dewan Komisaris. Menurutnya, penyelenggaraan RUPST juga menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam menjaga transparansi kepada investor publik sekaligus memperkuat implementasi tata kelola perusahaan yang baik.

Sepanjang 2025, J Trust Bank menghadapi tekanan industri dan kondisi makroekonomi yang memengaruhi kinerja keuangan. Di tengah tantangan tersebut, perseroan memilih menjalankan strategi bisnis secara lebih selektif dan berhati-hati dengan berfokus pada penguatan fundamental, kualitas portofolio, pengendalian internal, serta pengelolaan risiko yang terukur.

"Tahun 2025 menjadi periode yang menuntut kedisiplinan bagi Perseroan. Kami memilih untuk tidak mengejar pertumbuhan secara agresif, melainkan memperkuat fondasi bisnis melalui tata kelola, pengendalian internal, kualitas aset, dan manajemen risiko yang lebih terukur. Bagi kami, pertumbuhan yang sehat harus dibangun secara prudent agar mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Ritsuo Fukadai.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar terkait masa jabatan anggota Dewan Komisaris dari tiga tahun menjadi empat tahun. Perubahan ini dilakukan untuk memperkuat kesinambungan fungsi pengawasan Dewan Komisaris dalam mengawal implementasi strategi bisnis, penguatan tata kelola, serta pengelolaan risiko perseroan secara berkelanjutan.

Selain itu, RUPST menyetujui berakhirnya masa jabatan R. Djoko Prayitno sebagai Direktur Perseroan dan mengangkat Raja Pardede sebagai Direktur. Pengangkatan Raja Pardede akan berlaku efektif setelah memperoleh hasil lulus penilaian kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Perseroan menyatakan perubahan susunan pengurus tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus memperkuat kapasitas manajemen dalam menghadapi kebutuhan bisnis, tata kelola, transformasi, dan pengelolaan risiko ke depan.

Pasca RUPST, susunan Direksi J Trust Bank terdiri atas Direktur Utama Ritsuo Fukadai, Wakil Direktur Utama Masayoshi Kobayashi, serta Direktur Felix I. Hartadi, Helmi A. Hidayat, Cho Won June, Widjaja Hendra, dan Raja Pardede yang efektif setelah memperoleh persetujuan OJK. Sementara Dewan Komisaris terdiri atas Komisaris Utama Nobiru Adachi, Komisaris Nobuiku Chiba, serta Komisaris Independen Benny Siswanto dan Abdullah Firman Wibowo.

Di sisi lain, perseroan menegaskan komitmennya terhadap keuangan berkelanjutan melalui pengembangan pembiayaan hijau, program konservasi lingkungan, serta kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada pilar ekonomi, sosial, dan lingkungan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola dalam operasional bisnis.

Ritsuo Fukadai menegaskan dukungan dari pemegang saham, regulator, nasabah, dan karyawan menjadi modal penting bagi J Trust Bank dalam melanjutkan agenda perbaikan dan memperkuat posisi bisnis perseroan.

"Dukungan pemegang saham, regulator, nasabah, dan karyawan menjadi modal penting bagi J Trust Bank untuk melanjutkan agenda perbaikan. Ke depan, kami akan menjaga disiplin eksekusi, memperkuat efisiensi, dan memastikan pertumbuhan bisnis tetap berada dalam koridor tata kelola serta manajemen risiko yang sehat," tutupnya.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →