Indonesia Masuk Radar Ekspansi SEA Health Summit, Dorong Hilirisasi Inovasi Kesehatan

Oleh : Candra Mata | Rabu, 01 Juli 2026 - 17:24 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu pasar prioritas dalam pengembangan inovasi kesehatan di Asia Tenggara menyusul sukses penyelenggaraan SEA Health Summit 2026 di Bangkok, Thailand. 

Penyelenggara mengungkapkan bahwa pada fase berikutnya, program ini akan memperluas jejaring kolaborasi dengan institusi medis di Indonesia, termasuk pusat medis akademik dan rumah sakit terkemuka.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar sekaligus salah satu kekuatan ekonomi utama di kawasan, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi motor pengembangan inovasi kesehatan. 

Transformasi sistem kesehatan nasional, percepatan digitalisasi layanan medis, serta tumbuhnya ekosistem health-tech membuka peluang bagi kolaborasi lintas negara guna mempercepat hilirisasi hasil riset menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh pasien.

SEA Health Summit 2026 yang berlangsung pada 30 Juni 2026 di Bangkok mempertemukan lebih dari 400 pemimpin sektor kesehatan, akademisi, investor, regulator, dan pelaku industri dari Thailand maupun berbagai negara Asia Tenggara. 

Forum ini menjadi pertemuan regional pertama yang secara khusus berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk kesehatan dan longevity.

Ajang tersebut merupakan kolaborasi strategis antara RISE, SeaX Ventures, dan Krungthep Turakij (Nation Group). 

Pada kesempatan itu juga diluncurkan sejumlah kemitraan strategis di bawah naungan SEA Health Innovation Hub (SEA HI Hub), termasuk SPARK Southeast Asia, program pertama di kawasan yang dirancang untuk mempercepat hilirisasi hasil penelitian menjadi implementasi klinis sekaligus solusi komersial.

Acara tersebut turut dihadiri Prof. Dr. Yodchanan Wongsawat, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, Riset dan Inovasi (MHESI) Thailand, serta Pattana Promphat, Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand.

Saat ini, jaringan SEA HI Hub menjangkau lebih dari 25 juta pasien melalui berbagai mitra strategis di kawasan dan menargetkan cakupan hingga 100 juta pasien pada 2028. 

Dengan populasi yang besar dan kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat, Indonesia dipandang sebagai salah satu negara kunci untuk mendukung pencapaian target tersebut.

CEO dan Co-Founder RISE sekaligus Managing Partner SeaX Ventures, Dr. Kid Parchariyanon, mengatakan Asia Tenggara memiliki potensi besar di sektor kesehatan, namun selama ini belum memiliki wadah yang mampu menyatukan para pemangku kepentingan untuk mendorong inovasi secara lebih terstruktur.

"Asia Tenggara memiliki potensi luar biasa di bidang kesehatan, namun selama ini belum memiliki wadah untuk menggali potensi tersebut. Kami memilih untuk memulai di Thailand karena negara ini menawarkan infrastruktur medis kelas dunia sekaligus ekosistem inovasi kesehatan yang berkembang pesat. Namun, ambisi kami tidak pernah terbatas pada satu negara saja. SEA Health Summit dirancang untuk tumbuh dan berkembang di seluruh kawasan ini, dalam perjalanannya menjadi pusat utama inovasi kesehatan di Asia Tenggara, dan hari ini hanyalah permulaan," ujar Kid Parchariyanon.

Sementara itu, Managing Director Krungthep Turakij, Veerayuth Saengkrajang, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem inovasi kesehatan yang berkelanjutan di kawasan.

"Krungthep Turakij selalu percaya bahwa menciptakan ruang untuk percakapan yang tepat pada waktu yang tepat dapat membawa perubahan yang berarti. Kolaborasi kami dengan RISE dan SeaX Ventures dalam SEA Health Summit selaras dengan misi kami untuk menghubungkan para pemimpin pemikiran, memajukan pertukaran pengetahuan, dan mendorong kemajuan bagi Thailand dan kawasan ini. Kami bangga menjadi bagian dari acara perdana ini dan menantikan pertumbuhan platform ini di tahun-tahun mendatang," kata Veerayuth.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →