Arti Pick Me yang Viral di Medsos, Ini Penjelasan & Contohnya

Oleh : Nikita Mokodompit | Selasa, 30 Juni 2026 - 15:18 WIB · 5 menit baca Baca versi lengkap →
Highlights
  • Istilah "pick me" merujuk pada seseorang yang sengaja menunjukkan perilaku berbeda demi perhatian atau validasi, seringkali dengan merendahkan orang lain.
  • Perilaku ini didorong oleh kebutuhan akan pengakuan, rendahnya harga diri, atau internalisasi misogini, terutama di media sosial.
  • Mengidentifikasi dan mengelola perilaku pick me penting untuk membangun interaksi sosial yang sehat dan otentik, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Istilah "pick me" viral di media sosial untuk menggambarkan seseorang yang berusaha keras mendapatkan perhatian atau validasi dari kelompok tertentu, seringkali dengan menonjolkan diri sebagai "berbeda" dari orang lain. Perilaku pick me ini kerap melibatkan tindakan merendahkan minat atau karakteristik yang dianggap umum, demi terlihat lebih menarik atau superior di mata orang yang ingin diakui. Sebenarnya, fenomena ini sudah ada sejak lama tetapi menjadi viral karena banyak yang merasa relevan dengan perilaku yang sering terlihat di platform seperti TikTok dan X.

Daftar Isi

Apa Itu Pick Me dan Mengapa Viral?

Pick me adalah istilah slang yang digunakan untuk mendeskripsikan seseorang yang secara sengaja menampilkan perilaku atau karakteristik tertentu agar terlihat unik dan menonjol, dengan tujuan utama mendapatkan perhatian atau validasi. Istilah ini, yang secara harfiah berarti "pilih aku", telah menjadi populer di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Twitter, terutama sejak tahun 2016.

Fenomena pick me ini viral karena banyak pengguna media sosial yang dapat mengenali pola perilaku ini dalam interaksi sehari-hari atau konten daring. Psikolog dari Universitas Airlangga, Dr. Ike Herdiana, menjelaskan bahwa perilaku ini muncul dari kebutuhan kuat untuk mendapatkan rasa hormat dan pengakuan dari orang lain, seringkali melalui cara yang tidak sehat seperti merendahkan orang lain.

Awalnya, istilah "pick me girl" digunakan untuk perempuan yang berusaha membuat laki-laki terkesan dengan menunjukkan bahwa mereka berbeda dari perempuan lain, seringkali dengan merendahkan minat atau hobi feminin. Namun, seiring waktu, istilah ini meluas dan kini bisa ditujukan pada siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan, yang menunjukkan sifat pick me demi pengakuan sosial.

Ciri-Ciri dan Contoh Perilaku Pick Me yang Perlu Kalian Ketahui

Perilaku pick me memiliki beberapa ciri khas yang mudah dikenali, terutama dalam konteks interaksi sosial dan media sosial. Salah satu ciri paling menonjol adalah keinginan untuk selalu terlihat berbeda dari orang lain, seringkali dengan menolak hal-hal yang dianggap feminin atau maskulin secara stereotip.

Contohnya, seorang perempuan pick me mungkin akan mengatakan, "Aku tidak suka drama seperti perempuan lain," atau "Aku lebih suka bermain video game daripada berdandan." Mereka bahkan bisa merendahkan perempuan lain yang suka menggunakan riasan atau perawatan kulit, dengan mengklaim bahwa mereka lebih suka tampil natural dan simpel. Dalam percakapan, mereka mungkin akan berkata, "Cewek lain pasti minta dibayarin makan, tapi aku selalu bayar sendiri, lho!" demi terlihat mandiri dan berbeda.

Tidak hanya perempuan, "pick me boy" juga ada, di mana laki-laki berusaha mendapatkan perhatian perempuan dengan merendahkan diri sendiri atau berpura-pura memiliki sensitivitas emosional yang tinggi. Misalnya, seorang laki-laki pick me bisa saja berkata, "Aku terlalu baik, makanya cewek-cewek tidak suka padaku," atau "Aku jelek sekali." Perilaku ini seringkali berakar dari rasa tidak aman atau kurangnya kepercayaan diri, serta kebutuhan yang kuat akan validasi dan pengakuan dari orang lain.

Baca Juga: Gamer Ini Mendadak Viral Gara-Gara Namatin Resident Evil Requiem di Umur 91 Tahun

 

Dampak dan Cara Menghadapi Perilaku Pick Me

Perilaku pick me dapat menimbulkan dampak negatif, baik bagi individu yang melakukannya maupun bagi orang-orang di sekitarnya. Bagi pelaku, perilaku ini bisa merusak hubungan dengan orang lain, terutama sesama jenis, karena menciptakan permusuhan dan memperkuat stereotip gender yang negatif. Selain itu, perilaku ini seringkali berasal dari internalisasi misogini, yaitu kebencian terhadap perempuan yang tertanam secara tidak sadar, di mana individu tersebut mencoba menjauhkan diri dari stereotip feminin yang dianggap buruk.

Menghadapi individu dengan perilaku pick me memerlukan strategi yang cerdas agar kalian tidak ikut terlarut dalam drama. Pertama, kenali pola perilaku mereka dan jangan terpancing emosi; ingatlah bahwa tindakan mereka seringkali berakar pada rasa tidak aman. Kedua, tetapkan batasan yang jelas dalam interaksi agar kalian tidak terpengaruh oleh komentar atau tindakan mereka yang merendahkan.

Jika perilaku ini sudah dirasa mengganggu, penting untuk berbicara secara personal dengan mereka dan memberikan gambaran mengenai dampak negatif dari perilaku pick me tersebut. Dukung mereka untuk mengembangkan rasa percaya diri yang sehat dan menjadi diri sendiri, tanpa harus bergantung pada validasi atau pengakuan dari orang lain. Jika tidak ada perubahan, menjaga jarak bisa menjadi pilihan terbaik demi menjaga kesehatan mental kalian.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apa perbedaan antara "pick me girl" dan perempuan tomboi?

Perempuan tomboi memiliki minat maskulin secara tulus, sementara "pick me girl" menolak sifat feminin demi perhatian dan validasi.

Mengapa seseorang menjadi "pick me"?

Seseorang menjadi "pick me" karena kebutuhan akan pengakuan, rendahnya harga diri, internalized misogyny, atau pengaruh media sosial.

Apakah perilaku "pick me" selalu negatif?

Istilah "pick me" umumnya memiliki konotasi negatif karena sering melibatkan merendahkan orang lain untuk menonjolkan diri.

Key Takeaways
  • Definisi Pick Me: Istilah "pick me" merujuk pada individu yang mencari perhatian atau validasi dengan menampilkan diri sebagai "berbeda" atau "unik", seringkali dengan merendahkan orang lain.
  • Penyebab Perilaku: Perilaku ini umumnya didorong oleh kebutuhan akan pengakuan sosial, rendahnya harga diri, atau internalisasi stereotip gender yang negatif.
  • Dampak dan Solusi: Perilaku "pick me" dapat merusak hubungan dan memperkuat stereotip. Penting untuk mengenali polanya, menetapkan batasan, dan mendorong diri sendiri serta orang lain untuk membangun kepercayaan diri yang otentik.
Nikita Mokodompit

Redaksi

Nikita Mokodompit adalah Profesional Business Development & Marketing Strategist dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri digital payments, telco, media agency, dan gaming. Memiliki rekam jejak kuat dalam membangun serta mengembangkan kemitraan strategis dengan publisher game, operator telco, platform e-wallet, dan brand untuk mendorong monetisasi, ekspansi pasar, dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Berpengalaman di beberapa perusahaan seperti Nuon Indonesia, MNC dan Revival TV.

Lihat semua artikel →