Industri Otomotif Lihat Minat SUV PHEV Meningkat, Milenial Jadi Motor Permintaan Kendaraan
INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia menunjukkan sinyal pertumbuhan yang semakin kuat. Hal itu tercermin dari tingginya minat konsumen terhadap SUV Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), yang dinilai mampu menjadi solusi transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik penuh.
PT Sokonindo Automobile mencatat ratusan konsumen telah melakukan pre-booking DFSK E5 Plus hanya beberapa hari setelah pemesanan dibuka pada 23 Juni 2026. Tingginya animo tersebut memperlihatkan bahwa segmen SUV PHEV mulai memperoleh tempat di pasar otomotif nasional, terutama di kalangan konsumen usia produktif.
Data perusahaan menunjukkan sebanyak 68% pemesan berasal dari generasi Milenial, sedangkan 32% lainnya berasal dari Generasi Z dan Generasi X. Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa kelompok masyarakat yang telah memasuki fase membangun keluarga menjadi penggerak utama permintaan kendaraan elektrifikasi yang menawarkan efisiensi sekaligus kepraktisan.
Direktur Sales Center PT Sokonindo Automobile Cing Hok Rifin mengatakan respons pasar terhadap pembukaan pre-booking menjadi indikasi adanya perubahan preferensi konsumen di industri otomotif Indonesia.
"Respons positif yang kami terima sejak hari pertama pre-booking menunjukkan bahwa preferensi masyarakat Indonesia mulai bergeser ke kendaraan elektrifikasi yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari. DFSK E5 Plus hadir sebagai SUV 6-seater dengan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dilengkapi fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) Level 2 serta berbagai teknologi pintar yang memberikan pengalaman berkendara lebih aman, nyaman, dan efisien. Kami melihat kendaraan dengan karakter seperti ini semakin relevan bagi keluarga Indonesia saat ini," ujar Cing.
Menurutnya, salah satu faktor yang mendorong minat pasar adalah teknologi DE-i (DFSK Excellent Intelligent) yang mengintegrasikan empat mode penggerak, yakni EV, seri hybrid, parallel hybrid, dan mesin konvensional (ICE). Teknologi tersebut memungkinkan kendaraan menyesuaikan penggunaan sumber tenaga secara otomatis sesuai kondisi jalan sehingga mampu meningkatkan efisiensi energi.
Dari sisi industri, tren tersebut menunjukkan bahwa konsumen tidak lagi hanya mempertimbangkan harga kendaraan, tetapi juga nilai tambah berupa efisiensi operasional, teknologi keselamatan, dan kenyamanan bagi seluruh anggota keluarga.
Hal itu tercermin dari tingginya perhatian calon konsumen terhadap fitur Auto Parking Assistance (APA), captain seat baris kedua dengan ventilasi, rear entertainment display 15,6 inci, sistem audio premium 13 speaker, hingga AC dengan air purifier filter. Selain itu, fitur Vehicle-to-Load (V2L), dashcam bawaan, velg 19 inci, dan suspensi independen juga menjadi daya tarik yang memperkuat daya saing produk di segmen SUV elektrifikasi.
Momentum tersebut menjadi sinyal bahwa persaingan di pasar kendaraan elektrifikasi nasional tidak lagi hanya berfokus pada mobil listrik murni (BEV), tetapi mulai merambah segmen PHEV yang menawarkan fleksibilitas penggunaan sekaligus mengurangi kekhawatiran konsumen terhadap ketersediaan infrastruktur pengisian daya.
Untuk memperluas penetrasi pasar, DFSK menggelar sesi test drive E5 Plus di Mall Kelapa Gading, Jakarta, yang melibatkan media, key opinion leader (KOL), dan masyarakat umum. Perusahaan juga memberikan prioritas pengiriman serta berbagai keuntungan eksklusif bagi konsumen yang melakukan pre-booking selama periode 23 Juni hingga 28 Juli 2026.
Tingginya respons awal terhadap E5 Plus memperlihatkan bahwa segmen SUV PHEV berpotensi menjadi salah satu motor pertumbuhan baru industri otomotif Indonesia di tengah meningkatnya adopsi kendaraan rendah emisi dan perubahan preferensi konsumen menuju mobilitas yang lebih efisien.