Hong Kong Perkuat Jejak di Asia Tengah, 96 Kesepakatan Terjalin dalam Misi Diplomasi Ekonomi

Oleh : Candra Mata | Selasa, 23 Juni 2026 - 18:16 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kunjungan delegasi tingkat tinggi Hong Kong ke Kazakhstan dan Uzbekistan pada 31 Mei–5 Juni menghasilkan capaian signifikan yang membuka babak baru kerja sama ekonomi antara Asia Tengah, Hong Kong, dan Tiongkok Daratan.

Dipimpin Kepala Eksekutif Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), John Lee, misi tersebut melibatkan lebih dari 70 perwakilan perusahaan Hong Kong dan Tiongkok Daratan dari berbagai sektor strategis. 

Selama lawatan berlangsung, tercapai 96 nota kesepahaman dan perjanjian bilateral, termasuk 15 dokumen kerja sama antarpemerintah yang ditandatangani bersama Kazakhstan dan Uzbekistan.

Lee menegaskan bahwa ruang kolaborasi yang terbuka sangat luas, mulai dari sektor jasa hingga proyek-proyek industri berskala besar.

“Contoh-contoh kesepakatan dan kerja sama sangat banyak, mulai dari sektor jasa hingga industri berat seperti pertambangan dan pengembangan infrastruktur. Saya rasa tidak ada batasan untuk kemungkinannya,” ujar Lee.

Keberhasilan kunjungan tersebut semakin memperkuat posisi Hong Kong sebagai platform strategis bagi Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/BRI). Pemerintah Hong Kong menilai kota tersebut terus memainkan peran sebagai “super connector” dan “super value-adder” yang menghubungkan peluang investasi, perdagangan, dan pembangunan antara Tiongkok dan negara-negara mitra.

Menurut Lee, Kazakhstan memiliki posisi penting sebagai pusat perdagangan dan logistik yang menghubungkan Tiongkok dengan Eropa. Selain menjadi lokasi pertama pengumuman BRI pada 2013, Kazakhstan juga merupakan mitra dagang terbesar Hong Kong di kawasan Asia Tengah.

“Kazakhstan adalah pusat perdagangan dan logistik penting yang menghubungkan China dan Eropa. Negara ini juga merupakan tempat pertama kali Inisiatif Sabuk dan Jalan diusulkan, dan merupakan mitra dagang terbesar Hong Kong di Asia Tengah. Terdapat prospek luas untuk kerja sama lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, Uzbekistan dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan konektivitas regional, terutama di sektor transportasi dan logistik lintas benua.

“Uzbekistan terletak di jantung koridor Asia dan Eropa, sehingga pengembangan logistik, pengembangan perkeretaapian, dan bagaimana kita dapat saling melengkapi dalam penanganan kargo akan menjadi area kerja sama yang sangat luas,” tambah Lee.

Dalam kesempatan tersebut, Lee juga mengajak pelaku usaha Asia Tengah memanfaatkan keunggulan Hong Kong yang beroperasi di bawah prinsip “satu negara, dua sistem”.

“Hong Kong memiliki sistem ekonomi, sosial, hukum, legislatif, dan yudisialnya sendiri. Kami adalah satu-satunya yurisdiksi hukum umum di Tiongkok. Kami memiliki mata uang sendiri, tanpa kontrol modal maupun devisa, serta merupakan wilayah bea cukai yang terpisah,” jelasnya.

Momentum kerja sama tersebut berlanjut ketika Wakil Perdana Menteri Kazakhstan, Kanat Bozumbayev, berkunjung ke Hong Kong pada 10 Juni. Bersama Lee, ia menghadiri Pertemuan Meja Bundar Investasi Kota Alatau pada 11 Juni.

Dalam forum tersebut, Lee menyampaikan bahwa Hong Kong dapat mendukung pengembangan Kota Alatau sebagai pusat inovasi dan teknologi Kazakhstan melalui tiga peran utama: sebagai gerbang menuju modal global, pintu masuk ke Tiongkok Daratan dan Kawasan Teluk Besar (Greater Bay Area), serta mitra dalam pengembangan talenta dan teknologi.

“Kami memiliki visi pembangunan yang sama dengan Kota Alatau dan Kazakhstan. Hari ini, di sini, saat ini, adalah kesempatan emas untuk mendekatkan kedua perekonomian kita,” ujar Lee.

Ia berharap kolaborasi antara Hong Kong dan Kazakhstan dapat menghasilkan pembangunan yang saling melengkapi di berbagai sektor, sekaligus mendorong lebih banyak perusahaan Kazakhstan memanfaatkan kekuatan Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional, inovasi teknologi, dan layanan profesional kelas dunia.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →