CLEO Tebar Dividen Rp60 Miliar di Tengah Ekspansi, Bidik Pertumbuhan Double Digit Tahun Ini

Oleh : Hariyanto | Selasa, 23 Juni 2026 - 11:57 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - SURABAYA — PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) tetap menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan pengembalian nilai kepada pemegang saham. Emiten produsen air minum dalam kemasan (AMDK) itu memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp60 miliar dari laba tahun buku 2025, meski perusahaan masih agresif memperluas kapasitas produksi dan jaringan operasional.

Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (22/6). Langkah ini dilakukan di tengah persaingan industri AMDK yang semakin ketat dan meningkatnya kebutuhan investasi untuk menopang pertumbuhan jangka panjang.

CEO CLEO Melisa Patricia mengatakan, perseroan tetap berkomitmen memberikan apresiasi kepada para pemegang saham sambil melanjutkan agenda ekspansi yang telah dirancang.

"Di tengah berbagai langkah ekspansi yang terus dijalankan, Perseroan tetap berkomitmen memberikan apresiasi kepada pemegang saham melalui pembagian dividen. Kami percaya ekspansi yang dilakukan hari ini akan memperkuat posisi CLEO di industri sekaligus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan ke depan," ujar Melisa dalam keterangannya, Senin (22/6).

Sepanjang beberapa tahun terakhir, CLEO terus mengalokasikan investasi untuk memperkuat kapasitas operasional, meningkatkan kualitas produk dan layanan, serta membangun ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi. Strategi tersebut ditopang oleh jaringan distribusi yang semakin luas.

Per Maret 2026, perusahaan memiliki 430 jaringan distribusi dan sekitar 11.000 mitra distribusi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Infrastruktur distribusi tersebut menjadi salah satu modal utama perusahaan dalam memperluas penetrasi pasar sekaligus menjaga ketersediaan produk di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif.

Selain mengandalkan jaringan distribusi, CLEO juga menitikberatkan strategi pertumbuhan pada inovasi produk. Perseroan menilai keberlanjutan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kekuatan operasional, tetapi juga kemampuan menghadirkan produk yang relevan dan mudah dijangkau konsumen.

Di tengah kenaikan biaya operasional akibat ekspansi yang terus berjalan, kinerja perusahaan mulai menunjukkan hasil positif pada awal tahun ini. Pada kuartal I-2026, CLEO membukukan penjualan sebesar Rp774,4 miliar atau tumbuh 15,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti peningkatan laba bersih sebesar 5,2% secara tahunan menjadi Rp123 miliar. Kenaikan laba ditopang oleh kinerja operasional yang solid, peningkatan efisiensi, serta kontribusi positif dari berbagai lini usaha.

Manajemen menilai hasil tersebut menjadi indikasi bahwa investasi dan ekspansi yang dilakukan mulai memberikan dampak terhadap pertumbuhan kinerja dan profitabilitas perusahaan.

Seiring dengan mulai beroperasinya berbagai fasilitas hasil ekspansi serta berlanjutnya inovasi produk, CLEO membidik pertumbuhan kinerja dua digit sepanjang 2026. Perseroan optimistis kapasitas produksi yang semakin optimal, jaringan distribusi yang kuat, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar akan menjadi pendorong utama peningkatan bisnis.

Dengan fondasi operasional yang semakin kokoh dan pasar AMDK domestik yang masih terbuka luas, CLEO menilai peluang untuk memperkuat pangsa pasar dan mencetak pertumbuhan berkelanjutan masih sangat besar.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →