Ant International Rilis Sustainability Report 2025, Perluas Akses AI dan Dorong Inklusi Keuangan Global

Oleh : Nina Karlita | Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:54 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ant International, perusahaan penyedia solusi pembayaran digital, digitalisasi, dan teknologi finansial global, resmi menerbitkan Sustainability Report 2025. Laporan ini menjadi edisi kedua sejak perusahaan beroperasi secara independen dan menegaskan komitmen perusahaan dalam membangun ekonomi digital yang lebih inklusif, terpercaya, dan berkelanjutan.

Salah satu langkah penting yang diumumkan dalam laporan tersebut adalah integrasi metrik keberlanjutan ke dalam kerangka evaluasi kinerja manajemen. Kebijakan ini menjadi pertama kalinya diterapkan oleh perusahaan sebagai upaya memastikan keberlanjutan menjadi bagian dari strategi bisnis utama.

Chairman Ant Group dan Ant International, Eric Jing, menegaskan bahwa akuntabilitas harus diwujudkan secara nyata dalam struktur organisasi.

“Akuntabilitas harus bersifat struktural, bukan sekadar aspiratif. Ketika hasil dari upaya keberlanjutan dinilai setara dengan pertumbuhan pendapatan atau efisiensi operasional, keseimbangan organisasi akan semakin terjaga,” ujar Eric Jing.

Melalui kerangka keberlanjutan 6Ts Sustainability Framework yang mencakup Travel, Trade, Thrive, Tech, Talent, dan Trust, Ant International menempatkan inklusivitas sebagai prioritas utama.

CEO Ant International, Peng Yang, bersama President Ant International, Douglas Feagin, menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan diukur dari kemampuannya menghadirkan inovasi yang membantu usaha kecil dan pasar berkembang beradaptasi dengan perubahan teknologi.

Saat ini, dua pilar utama bisnis pembayaran global perusahaan, yaitu Alipay+ dan Antom, telah menghubungkan lebih dari 2 miliar akun pengguna dengan lebih dari 150 juta merchant di seluruh dunia.

Ekosistem tersebut mendukung lebih dari 300 metode pembayaran di lebih dari 220 pasar, termasuk kartu pembayaran, dompet digital, aplikasi perbankan, serta layanan Buy Now Pay Later (BNPL).

Sementara itu, layanan akun global dan embedded finance seperti WorldFirst dan Bettr telah mendukung lebih dari 1,6 juta UKM serta memberikan akses pembiayaan kepada sekitar 30 juta UMKM dan masyarakat yang belum terlayani secara optimal oleh sistem keuangan tradisional.

Pada 2025, Ant International memprioritaskan perluasan akses teknologi kecerdasan buatan (AI) bagi UKM dan negara berkembang melalui berbagai inovasi digital.

Salah satunya adalah peluncuran Antom Copilot 2.0 yang mampu mengotomatisasi proses pembayaran, onboarding pelanggan, mitigasi risiko, hingga penyelesaian chargeback dalam satu alur kerja yang aman.

Perusahaan juga memperkenalkan Antom Agentic Payment Solution yang memungkinkan agen AI memulai dan menyelesaikan transaksi pembayaran secara aman melalui model payment mandate yang diklaim sebagai yang pertama di industrinya.

Di sektor pengembangan kapasitas AI, Ant International menghadirkan GenAI Cockpit, platform FinAI-as-a-Service yang memungkinkan perusahaan fintech membangun solusi AI commerce secara fleksibel.

Platform ini telah dimanfaatkan oleh berbagai mitra seperti TNG eWallet di Malaysia dan easypaisa di Pakistan.

Selain itu, perusahaan juga mengembangkan Alipay+ Voyager sebagai asisten perjalanan digital berbasis agentic AI, solusi AI FX yang mampu memprediksi pergerakan nilai tukar dengan tingkat akurasi hingga 93 persen, serta EPOS360 yang dirancang untuk membantu operasional dan pembiayaan UKM di Asia Tenggara.

Selain memperluas akses teknologi, Ant International juga meningkatkan investasi pada keamanan digital, anti pencucian uang (AML), serta perlindungan konsumen.

Teknologi SHIELD 3-in-1 Transformer yang memiliki 7 miliar parameter dilaporkan mampu mengidentifikasi transaksi berisiko tinggi dengan tingkat akurasi lebih dari 95 persen. Teknologi ini juga membantu meningkatkan tingkat keberhasilan transaksi pembayaran hingga 13,5 persen.

Perusahaan turut meluncurkan Digital Wallet Guardian Partnership yang membuka akses teknologi perlindungan risiko, anti-fraud, dan keamanan dana bagi mitra dompet digital di berbagai negara.

Dalam aspek tata kelola, Ant International mengembangkan Komite Manajemen Risiko dengan kerangka pengawasan menyeluruh dari tingkat korporasi hingga lini operasional. Program Anti-Money Laundering (AML) tiga lapis juga diterapkan dengan standar global untuk menjaga integritas operasional di seluruh pasar.

Laporan Sustainability Report 2025 juga menyoroti berbagai program sosial yang dijalankan Ant International bersama para mitranya di berbagai negara.

Sebagai Innovation Partner for Sustainability, Alipay+ mendukung berbagai program sosial bersama tim basket putri juara WNBA 2024, New York Liberty, termasuk Liberty Sneaker Drives, Math Hoops, dan Threes for Trees.

Di Hong Kong, AlipayHK berhasil menggalang dana lebih dari HK$200 juta hanya dalam tiga hari pertama melalui kanal digital bantuan korban kebakaran Tai Po.

Sementara di Indonesia, program Ocean Buddy hasil kolaborasi antara DANA dan Konservasi Indonesia menghadirkan pendekatan gamifikasi untuk mendukung perlindungan hiu paus dan konservasi laut.

Selain itu, program 10x1000 Tech for Inclusion yang dijalankan bersama International Finance Corporation (IFC) telah memberikan sertifikasi kepada 9.504 peserta sejak 2018, dengan 55 persen di antaranya merupakan perempuan.

Chief Sustainability Officer Ant International, Leiming Chen, menegaskan bahwa keberlanjutan kini menjadi fondasi utama dalam pengembangan inovasi perusahaan.

“Seiring ekspansi global yang kami jalankan, kami akan bekerja bersama para mitra untuk memastikan bahwa kemajuan kami tetap inklusif, terukur, dan berdampak nyata bagi komunitas yang kami layani,” tutup Leiming Chen.

Nina Karlita

Redaksi

Nina Karlita adalah seorang jurnalis, penulis, dan aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan di Indonesia. - Jurnalis Ekonomi dan Bisnis: tercatat sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis aktif di media nasional Industry.co.id. - Tulisan-tulisannya banyak mengulas seputar perkembangan ekonomi, literasi, korporasi, serta Selain itu, beliau juga aktif sebelum menulis artikel di situs berita cobisnis - Pernah menjadi Ketua Komunitas FoWarLife: Nina Karlita mengemban amanah sebagai Ketua FoWarLife (Forum Wartawan Lifestyle). Melalui organisasi ini, ia sering menginisiasi program pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatannya yang menonjol adalah program Cooking Class for Business yang menggandeng perusahaan finansial teknologi untuk melatih puluhan wanita agar cakap dalam merintis usaha kuliner skala mikro.

Lihat semua artikel →