Pasar Properti 2026 Bergerak Positif, Segmen Perkantoran dan Logistik Jadi Penopang

Oleh : Hariyanto | Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:25 WIB · 5 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pasar properti Jakarta dan sekitarnya menunjukkan tren pemulihan yang semakin kuat pada kuartal pertama 2026. Permintaan ruang perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga sektor logistik tercatat mengalami pertumbuhan positif di tengah kondisi ekonomi global yang masih dibayangi tekanan inflasi dan volatilitas nilai tukar.

Head of Research JLL Indonesia, James Taylor, mengatakan pasar perkantoran di kawasan pusat bisnis atau CBD Jakarta masih mempertahankan momentum pemulihan dengan tingkat okupansi stabil di angka 72 persen. Menurutnya, permintaan ruang kantor pada awal tahun ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Pasar perkantoran CBD Jakarta mempertahankan momentum pemulihannya di awal tahun 2026, dengan tingkat okupansi stabil di 72%. Angka permintaan pada kuartal pertama lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencerminkan kepercayaan yang berkelanjutan di pasar sewa,” ujarnya.

Ia menambahkan, tidak adanya tambahan pasokan baru di kawasan CBD turut mendukung peningkatan permintaan terhadap gedung-gedung eksisting. Aktivitas penyewa masih didominasi strategi relokasi menuju gedung dengan kualitas lebih baik.

Sementara itu, kawasan non-CBD mencatat penyerapan ruang positif yang didorong oleh penyelesaian proyek baru di kawasan TB Simatupang. Namun, sejumlah gedung eksisting masih menghadapi tekanan okupansi akibat pengurangan ruang oleh penyewa maupun perpindahan tenant ke kawasan CBD.

Di sektor ritel, permintaan ruang pusat perbelanjaan di Jakarta juga menunjukkan pertumbuhan positif dengan tambahan permintaan sekitar 10 ribu meter persegi pada kuartal pertama 2026. James menyebut sektor makanan dan minuman menjadi motor utama pertumbuhan, khususnya ekspansi merek teh asal Tiongkok.

“Aktivitas kuartal ini didukung oleh sektor makanan dan minuman khususnya produk teh asal Tiongkok yang mendominasi pergerakan ekspansi di Jakarta,” katanya.

Selain itu, sejumlah merek parfum mewah internasional juga mulai membuka toko pertama mereka di pusat perbelanjaan premium Jakarta. Kondisi tersebut turut mendorong tingkat okupansi pusat perbelanjaan hingga mencapai 86 persen. Pada periode yang sama, sebuah pusat perbelanjaan semioutdoor baru seluas sekitar 9 ribu meter persegi resmi hadir di Jakarta Selatan.

Dari sektor hunian vertikal, pasar kondominium masih bergerak hati-hati meski terdapat sedikit peningkatan permintaan dibandingkan kuartal sebelumnya. Permintaan terutama berasal dari unit siap huni yang memperoleh manfaat dari insentif PPN ditanggung pemerintah.

“Proyek-proyek ini juga mendapat keuntungan dari program insentif PPN ditanggung pemerintah, yang sebagian besar menarik pembeli untuk huni dibanding investor,” ujar James.

Terbatasnya proyek baru yang masuk pasar turut menjaga tingkat penjualan kondominium di angka 82 persen.

Head of Tenant Representation JLL Indonesia, Panji Aziz, mengatakan sektor jasa keuangan dan teknologi menjadi kontributor utama permintaan ruang kantor Grade A di kawasan CBD. Ia juga melihat tren baru berupa meningkatnya permintaan ruang kantor yang sudah dilengkapi furnitur.

“Salah satu tren yang berkembang pada kuartal ini adalah meningkatnya permintaan untuk ruang perkantoran yang sudah dilengkapi furnitur,” ujarnya.

Menurut Panji, sejumlah pemilik gedung mulai mempertahankan furnitur dari penyewa sebelumnya maupun menyediakan kontribusi fitting out demi menarik tenant baru. Ia menambahkan, harga sewa kantor Grade A di CBD naik 0,95 persen dibanding kuartal sebelumnya, melanjutkan tren positif sejak 2025.

Senior Director Strategic Consulting JLL Indonesia, Milda Abidin, mengungkapkan aktivitas penjualan kondominium di Bodetabek mengalami perlambatan tipis pada awal tahun ini. Meski demikian, beberapa proyek baru dan proyek lama kembali bergerak.

“Terdapat satu proyek baru yang diluncurkan di Depok setelah kuartal sebelumnya tidak ada peluncuran proyek baru,” katanya.

Ia menyebut proyek tersebut mengusung konsep kondominium bertingkat rendah sebagai alternatif antara rumah tapak dan hunian vertikal. Selain itu, terdapat proyek di Tangerang yang memasuki tahap serah terima serta proyek di Bogor yang kembali melanjutkan konstruksi dan penjualan setelah sempat terhenti.

Milda optimistis perpanjangan insentif PPN properti hingga 2027 dapat membantu meningkatkan aktivitas penjualan hunian.

Di sektor perhotelan, Vice President Investment Sales Hotels & Hospitality Group JLL Asia Pacific, Irina Chadsey, mengatakan permintaan wisata domestik dan internasional berhasil menjaga stabilitas industri hotel pada kuartal pertama 2026.

“Peningkatan permintaan internasional dan domestik membantu menjaga stabilitas, menghasilkan peningkatan RevPAR yang minimal namun positif,” ujarnya.

Meski belum ada transaksi hotel yang tercatat di Indonesia selama tiga bulan pertama tahun ini, Jakarta berhasil mencatat penandatanganan transaksi pembangunan Waldorf Astoria Jakarta yang direncanakan mulai beroperasi pada 2027.

Sementara itu, Senior Director Capital Markets JLL Indonesia, Herully Suherman, menilai pasar properti Indonesia masih menarik bagi investor meskipun dibayangi tantangan global.

“Pasar properti Indonesia tetap menarik bagi investor, didukung oleh arus investasi domestik dan asing yang positif, pertumbuhan GDP yang konsisten di atas 5%, serta basis demografi yang kuat,” katanya.

Namun, ia mengingatkan lonjakan harga minyak global berpotensi meningkatkan inflasi dan biaya operasional. Tekanan terhadap rupiah juga dinilai meningkatkan risiko nilai tukar bagi investor asing sehingga membuat proses investasi menjadi lebih selektif.

Menurut Herully, minat investasi properti saat ini masih didominasi investor domestik, sementara investor asing berasal dari Amerika Utara, Hong Kong, Jepang, dan Timur Tengah. Mereka umumnya membidik aset yang sudah menghasilkan pendapatan, terutama di sektor perkantoran, hotel, dan apartemen servis.

Di sisi lain, sektor logistik dan pergudangan modern menjadi segmen dengan performa paling kuat pada awal tahun ini. Country Head and Head of Logistics & Industrial JLL Indonesia, Farazia Basarah, menyebut tingkat hunian pergudangan modern di Jabodetabek stabil di level 96 persen.

“Pertumbuhan ini didorong oleh investasi manufaktur Tiongkok yang kuat, mencakup permintaan untuk pergudangan modern, sewa pabrik siap pakai, maupun lahan industrial,” ujarnya.

Farazia mengatakan proyek premium dengan spesifikasi unggulan dan lokasi strategis kini mampu mematok harga sewa lebih tinggi dan memicu kenaikan tarif di kawasan sekitar. Permintaan masih didominasi sektor logistik dan jasa pengiriman, diikuti ekspansi perusahaan eksisting maupun pemain baru.

Menurutnya, pertumbuhan sektor logistik tidak hanya terjadi di Jabodetabek, tetapi juga mulai terlihat di Bandung, Subang, dan Surabaya. Ia menegaskan sektor pergudangan modern dan logistik menjadi segmen dengan performa paling solid di pasar properti Indonesia sepanjang kuartal pertama 2026.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →