Kementerian Ekraf Gandeng Riot Games, Indonesia Siap Jadi Pusat Esports APAC
INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Ekonomi Kreatif membuka peluang kerja sama strategis dengan Riot Games untuk memperkuat ekosistem esports nasional. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Autograph Tower Thamrin Nine, Jakarta, Kamis (14/5), menjadi sinyal bahwa industri gim kini dipandang lebih dari sekadar hiburan digital.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa perkembangan gim dan esports telah menciptakan rantai ekonomi kreatif yang luas dan melibatkan banyak sektor.
“Gim hari ini bukan hanya produk hiburan, tetapi juga platform yang menghubungkan budaya, teknologi, kreativitas, dan peluang ekonomi. Indonesia memiliki ekosistem gim yang sangat besar dan dinamis. Generasi muda kita tidak hanya aktif sebagai pemain, tetapi juga sebagai kreator, streamer, esports talent, event organizer, musisi, hingga pengembang gim,” ujar Teuku Riefky.
Dalam pembahasan tersebut, kedua pihak menyoroti pengembangan talenta kreatif digital, penguatan struktur kompetisi esports dari daerah hingga tingkat nasional, hingga peluang Indonesia menjadi tuan rumah ajang regional maupun internasional.
Ekraf juga melihat Riot Games memiliki hubungan yang kuat dengan komunitas muda Indonesia melalui gim populer seperti VALORANT dan League of Legends. Kedekatan itu dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk memperbesar dampak ekonomi kreatif di berbagai subsektor.
Selain membahas daya saing tim esports Indonesia di level global, audiensi juga menyentuh peluang kolaborasi dengan pengembang gim lokal, termasuk dukungan pendanaan, layanan outsourcing, hingga penerbitan gim karya anak bangsa. Ekraf turut mendorong keterlibatan kreator lokal dalam berbagai aktivasi Riot Games, mulai dari musik, ilustrasi, visual art, fesyen, sampai pengembangan IP lokal.
“Kami melihat esports memiliki dampak ekonomi yang besar terhadap berbagai sektor, mulai dari industri kreatif, produksi acara, pariwisata, hingga penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda. Karena itu, Indonesia perlu mengambil peluang ini secara serius dan terukur,” kata Teuku Riefky.
Tak hanya itu, peluang kolaborasi juga dibuka untuk ajang World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Oktober mendatang. Forum tersebut akan menghadirkan pembahasan ekonomi kreatif global, termasuk subsektor gim dan konten digital melalui program Screenverse.
Dari pihak Riot Games, Head of VALORANT Esports Product Jake Sin menilai Indonesia telah berkembang menjadi salah satu kekuatan utama dalam ekosistem VALORANT kawasan APAC.
“Indonesia merupakan salah satu region terkuat di VALORANT APAC saat ini. Kami ingin membuka jalur kompetitif yang lebih luas agar talenta Indonesia memiliki akses menuju panggung internasional dan global,” ujarnya.
Riot Games juga mengungkapkan rencana pengembangan Valorant Champions Tour (VCT) di Asia Pasifik, termasuk pembentukan jalur kompetisi profesional independen khusus Indonesia mulai 2027. Selain itu, Indonesia disebut berpeluang menjadi lokasi penyelenggaraan turnamen tingkat APAC pada 2028.
Pertemuan ditutup dengan rencana pembentukan tim kecil dari kedua pihak guna menindaklanjuti peluang kerja sama jangka pendek hingga panjang dalam pengembangan esports dan industri kreatif digital nasional.