PUBG Mobile Hapus Kartu Hand of the Almighty Pasca Kontroversi

Oleh : Redaksi | Rabu, 13 Mei 2026 - 01:26 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →
Daftar Isi

Kalian mungkin menyadari ada yang berbeda saat melakukan login ke dalam akun PUBG Mobile baru-baru ini. Salah satu item yang cukup menyita perhatian, yaitu kartu Hand of the Almighty, resmi ditarik dari peredaran oleh pihak pengembang. Langkah ini bukan tanpa alasan, melainkan respon cepat terhadap gelombang protes yang muncul dari berbagai komunitas global.

Kenapa Hand of the Almighty Dihapus?

Dunia game battle royale memang selalu dinamis, namun kali ini dinamikanya bukan soal gameplay, melainkan soal konten kosmetik. Kartu Hand of the Almighty dianggap mengandung simbol yang cukup sensitif bagi kelompok masyarakat tertentu. Dalam industri game modern, batasan antara kreativitas dan penghormatan terhadap nilai budaya serta agama menjadi sangat krusial.

Ketika sebuah item atau skin dianggap melanggar batas tersebut, pengembang biasanya tidak punya banyak pilihan selain melakukan penyesuaian atau penghapusan total. Ini dilakukan demi menjaga keharmonisan ekosistem bermain agar tetap inklusif bagi semua orang tanpa memandang latar belakang mereka.

Kronologi Singkat Kontroversi di Komunitas

Awalnya, item ini dirilis sebagai bagian dari pembaruan konten yang bertujuan memberikan variasi visual bagi para pemain. Namun, tak lama setelah peluncurannya, banyak pemain dari wilayah Timur Tengah dan komunitas Muslim di seluruh dunia menyuarakan keberatan mereka. Simbol yang digunakan pada kartu tersebut dinilai sangat mirip dengan elemen religius yang seharusnya tidak ditempatkan dalam konteks permainan yang penuh kekerasan.

Protes ini dengan cepat menyebar di platform media sosial seperti Twitter dan Reddit. Banyak dari kalian yang mungkin melihat tagar terkait permintaan penghapusan item tersebut menjadi trending. Kekuatan komunitas gamer saat ini memang luar biasa dalam memberikan feedback langsung kepada penyedia layanan.

Langkah Cepat Tencent Games dan Pengembang

Sebagai pengembang, Tencent Games dan Krafton menunjukkan sikap profesional dengan tidak mengabaikan keluhan tersebut. Mereka segera mengeluarkan pernyataan resmi dan menarik item kartu Hand of the Almighty dari toko in-game serta sistem reward. Ini adalah contoh nyata bagaimana E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, and Trustworthiness) diterapkan dalam manajemen krisis sebuah brand besar.

Mereka menyadari bahwa kepercayaan pemain adalah aset yang paling berharga. Dengan menghapus item yang kontroversial, mereka menunjukkan bahwa mereka mendengarkan dan menghargai nilai-nilai yang dianut oleh basis pemain mereka yang sangat luas di seluruh dunia.

Dampak Bagi Pemain yang Sudah Memiliki Item

Mungkin banyak dari kalian yang bertanya-tanya, bagaimana nasib pemain yang sudah terlanjur mengeluarkan UC untuk mendapatkan item ini? Pihak pengembang biasanya memberikan kompensasi yang setimpal. Dalam kasus-kasus serupa sebelumnya, pemain akan menerima pengembalian dana atau penggantian item dengan nilai yang setara.

Pastikan kalian selalu mengecek kotak masuk (in-box) di dalam game untuk melihat notifikasi resmi mengenai proses kompensasi ini. Pengembang berusaha memastikan tidak ada pihak yang merasa dirugikan secara finansial akibat penyesuaian konten ini.

Pentingnya Sensitivitas Budaya dalam Industri Game

Kasus penghapusan kartu Hand of the Almighty di PUBG Mobile ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh industri hiburan digital. Sebuah game yang sukses bukan hanya yang memiliki grafis memukau atau mekanisme permainan yang lancar, tetapi juga yang mampu menghormati diversitas pemainnya.

Ke depannya, proses kurasi konten dipastikan akan menjadi lebih ketat. Pengembang akan melibatkan lebih banyak ahli budaya untuk memastikan bahwa setiap elemen visual yang dirilis tidak akan memicu kontroversi serupa. Bagi kalian para pemain, tetaplah menjadi komunitas yang kritis namun tetap suportif demi terciptanya lingkungan bermain yang positif bagi siapa saja.

Redaksi Lihat semua artikel →