Relokasi Tenant Dongkrak Pemulihan Pasar Kantor Jakarta, Gedung Premium Mulai Penuh

Oleh : Hariyanto | Selasa, 12 Mei 2026 - 14:15 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Pasar perkantoran Jakarta mulai keluar dari fase stagnasi panjang pascapandemi. Laporan terbaru Colliers Indonesia menunjukkan aktivitas relokasi dan ekspansi perusahaan kembali meningkat pada kuartal I 2026, menjadi sinyal awal pemulihan sektor yang selama beberapa tahun terakhir dibayangi tingginya ruang kosong dan lemahnya permintaan.

Laporan Colliers Quarterly Property Market Report Q1 2026 mencatat, pemulihan pasar belum berlangsung agresif, namun fundamental mulai bergerak ke arah yang lebih sehat. Permintaan ruang kantor meningkat signifikan, terutama berasal dari perusahaan yang kembali mengevaluasi strategi kebutuhan ruang kerja mereka. Berbeda dengan periode sebelumnya yang didominasi perpanjangan kontrak, tren kini bergeser ke relokasi dan peningkatan kualitas gedung.

Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan perusahaan kini lebih selektif dalam memilih kantor. “Berbeda dengan siklus sebelumnya yang sebagian besar didorong oleh perpanjangan sewa, permintaan pada awal tahun 2026 lebih banyak ditandai oleh aktivitas relokasi dan ekspansi ruang kantor,” ujarnya dalam laporan tersebut.

Menurut Ferry, banyak perusahaan mulai meninggalkan gedung lama untuk pindah ke bangunan yang lebih modern dan efisien. Faktor kualitas bangunan, efisiensi operasional, hingga aspek keberlanjutan menjadi pertimbangan utama. “Perusahaan semakin terdorong untuk meningkatkan kualitas ruang kerja, meningkatkan efisiensi, atau mempertimbangkan ruang kantor di gedung yang lebih modern setelah menempati lokasi yang sama dalam jangka waktu yang panjang,” katanya.

Hingga kuartal pertama 2026, tingkat hunian perkantoran Jakarta tercatat 75,5%. Meski masih moderat, angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini terutama ditopang gedung premium dan Grade A di kawasan pusat bisnis atau CBD.

Segmen premium bahkan menjadi motor utama pemulihan. Tingkat hunian gedung premium di CBD telah mendekati 82% pada awal tahun ini. Dengan ruang kosong yang semakin terbatas, pemilik gedung mulai memiliki daya tawar lebih kuat untuk mempertahankan tarif sewa di level tinggi. Sementara gedung Grade A yang mendominasi pasokan kantor di CBD mencatat tingkat hunian sekitar 76%.

Data Colliers menunjukkan gedung premium kini hanya menyumbang sekitar 8% dari total ruang kosong di CBD. Artinya, stok ruang kantor berkualitas tertinggi semakin menipis di tengah meningkatnya permintaan relokasi.

Di sisi lain, pola kebutuhan ruang kantor juga berubah. Penyewa kini cenderung memilih ruang yang lebih ringkas dan efisien sejalan dengan struktur organisasi yang lebih ramping. Namun di saat yang sama, kualitas gedung tetap menjadi prioritas utama. Kombinasi kebutuhan efisiensi dan kualitas inilah yang mendorong perpindahan tenant ke gedung baru berusia di bawah 10 tahun.

Pemulihan pasar juga tercermin dari mulai stabilnya tarif sewa. Rata-rata tarif sewa dasar di CBD Jakarta mencapai sekitar Rp 218.000 per meter persegi per bulan pada kuartal I 2026. Kenaikannya memang masih terbatas dibanding kuartal sebelumnya, namun cukup mencerminkan meningkatnya kepercayaan pemilik gedung terhadap prospek pasar.

Colliers memproyeksikan tarif sewa rata-rata akan tumbuh sekitar 3%–4% per tahun hingga 2029. Kenaikan tersebut diperkirakan berlangsung bertahap mengikuti pemulihan okupansi dan terbatasnya pasokan baru.

Prospek pasar perkantoran Jakarta ke depan masih ditopang aktivitas relokasi tenant, terutama menuju gedung premium dan Grade A. Dengan pertumbuhan okupansi sekitar 1% per tahun, tingkat hunian di CBD diperkirakan kembali mendekati 80% pada 2028, mendekati level ideal sebelum pandemi.

Meski demikian, pemulihan belum merata. Pasar perkantoran di luar CBD masih mencatat tingkat hunian sekitar 70% pada kuartal pertama 2026. Kawasan Jakarta Selatan tetap menjadi tujuan utama penyewa di luar CBD karena dinilai memiliki kombinasi aksesibilitas dan kualitas bangunan yang kompetitif.

Colliers menilai pasar luar CBD masih berpotensi membaik, terutama karena pasokan baru yang mulai terbatas. Jika pertumbuhan bisnis tetap terjaga dan kondisi global tidak terganggu gejolak geopolitik maupun tekanan ekonomi, penyerapan ruang kantor diperkirakan terus meningkat secara bertahap sepanjang 2026.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →