Menperin Agus: Indonesia Berpeluang Jadi Produsen Buah Tropis Dunia

Oleh : Ridwan | Senin, 11 Mei 2026 - 14:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.idJakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat hilirisasi industri berbasis buah tropis untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri sekaligus memperluas pasar ekspor.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Indonesia memiliki potensi besar sebagai produsen buah tropis dunia, mulai dari pisang, mangga, nanas, durian, hingga manggis yang bisa diolah menjadi produk pangan modern bernilai tinggi.

“Sudah saatnya kita tidak hanya mengekspor buah segar, tetapi juga menikmati nilai tambah dari produk olahan buah tropis khas Indonesia,” ujar Agus di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi pisang nasional pada 2024 mencapai 9,26 juta ton. Nilai ekspor pisang segar Indonesia juga naik 10,1 persen menjadi 10,52 juta dollar AS. Adapun, negara tujuan utama ekspor pisang Indonesia meliputi Malaysia, Jepang, dan Singapura.

Sementara itu, produksi nanas nasional mencapai 2,74 juta ton dengan nilai ekspor menembus 316,1 juta dollar AS. Produk nanas Indonesia banyak dikirim ke Amerika Serikat, Tiongkok, dan Belanda.

Adapun ekspor mangga segar dan olahan tercatat mencapai 1,75 juta dollar AS dengan pasar utama Singapura, Uni Emirat Arab, dan Malaysia.

Kemenperin menilai industri kecil dan menengah (IKM) pangan menjadi ujung tombak hilirisasi buah tropis nasional.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan tren konsumsi makanan sehat membuat industri olahan buah memiliki prospek besar.

“Industri olahan buah ini punya prospek yang bagus di tengah isu ketahanan pangan dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pangan sehat,” kata Reni.

Saat ini, hampir 46,63 persen dari total IKM nasional bergerak di sektor pangan.

Kemenperin pun terus memberikan pendampingan mulai dari peningkatan teknologi produksi, kualitas kemasan, sertifikasi keamanan pangan internasional, hingga akses pasar ekspor.

Salah satu IKM binaan, CV Sahabat Pangan, bahkan mendapat pembiayaan Rp 2 miliar untuk revitalisasi produksi dan pembelian mesin modern guna memenuhi permintaan pasar ekspor.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →