Air Loyo Bikin Stres? Ini Solusi Shower Pintar yang Lagi Diburu Warga Urban

Oleh : Ridwan | Senin, 11 Mei 2026 - 13:02 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.idJakarta - Tekanan air rendah atau fenomena “air loyo” masih menjadi persoalan yang sering ditemui masyarakat urban di Indonesia. Masalah yang terlihat sederhana ini ternyata tak hanya mengganggu kenyamanan mandi, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup sehari-hari.

Berdasarkan data Seasia Stats, Indonesia tercatat sebagai negara dengan frekuensi mandi tertinggi kelima di dunia, dengan rata-rata masyarakat mandi hingga 10 kali per minggu. Di tengah iklim tropis yang panas dan lembap, mandi bukan sekadar rutinitas membersihkan tubuh, tetapi juga menjadi bagian penting dari relaksasi dan wellness.

Namun, pengalaman mandi yang ideal sering terganggu akibat tekanan air yang rendah di kawasan permukiman padat. Aliran air yang lemah membuat proses pembilasan lebih lama dan kurang maksimal, sehingga memicu rasa tidak nyaman hingga stres dalam aktivitas harian.

Mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 8153:2015, tekanan minimum agar air dapat mengalir pada perangkat seperti keran dan shower adalah 0,5 bar. Sementara untuk menghadirkan pengalaman mandi yang nyaman, tekanan air ideal berada di kisaran 1,5 bar.

Faktanya, banyak hunian urban masih berada di bawah standar tersebut. Kondisi ini membuat pancuran air tidak bekerja optimal, padahal sejumlah riset wellness modern menunjukkan bahwa stimulasi air bertekanan pada titik saraf tertentu dapat membantu merelaksasi otot dan menurunkan hormon stres atau kortisol.

“American Standard percaya bahwa inovasi harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Tekanan air rendah masih menjadi tantangan yang membuat banyak orang belum dapat menikmati manfaat mandi secara optimal, baik dari sisi kebersihan maupun kenyamanan,” ujar Leader LIXIL Global Design Asia, Antoine Besseyre des Horts.

Selain berdampak pada kenyamanan, tekanan air yang stabil juga dinilai dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air di rumah tangga. Proses pembilasan yang lebih cepat dan efektif memungkinkan konsumsi air ditekan tanpa mengurangi kualitas mandi.

American Standard menghadirkan WizFlo Hand Shower melalui teknologi PressurePlus™ dan desain semprotan mikro-perforasi. Teknologi ini diklaim mampu memperkuat arus air tanpa perlu tambahan pompa pendorong.

Dengan sistem tersebut, penggunaan air bahkan disebut bisa lebih hemat hingga 30 persen dibanding shower konvensional.

“Mandi adalah bagian dari identitas budaya masyarakat Indonesia yang sangat menghargai kebersihan dan kesegaran. Namun, ritual ini jadi kurang maksimal karena terhambat oleh tekanan air yang lemah,” kata Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia, Arfindi Batubara.

Menurut dia, kehadiran WizFlo Hand Shower diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat urban agar tetap bisa menikmati pengalaman mandi yang nyaman sekaligus lebih mindful dalam penggunaan air.

Masalah lain yang sering ditemui pada perangkat shower adalah penumpukan sedimen dan kerak kapur, terutama pada penggunaan air tanah. Kondisi ini membuat aliran air semakin melemah dan perangkat cepat rusak.

Untuk mengatasi hal tersebut, shower ini dilengkapi fitur EasyClean yang memungkinkan kepala shower dibuka dan dibersihkan secara mandiri. Fitur ini membantu menjaga higienitas sekaligus memperpanjang usia pakai perangkat kamar mandi.

Arfindi menilai solusi kamar mandi modern kini tidak hanya berfokus pada desain, tetapi juga harus mampu mendukung gaya hidup sehat dan berkelanjutan.

“Dengan menggabungkan perangkat multifungsi yang elegan dengan performa andal serta perawatan yang mudah, kualitas ruang personal seperti kamar mandi menjadi maksimal,” ujarnya.

Melalui inovasi tersebut, American Standard memperkuat posisinya sebagai bagian dari portofolio LIXIL dalam menghadirkan solusi hunian dan teknologi air untuk masyarakat modern di tengah tantangan kehidupan urban.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →