Kredit Tembus Rp994 Triliun, BCA Kembali Raih Gelar Bank Terbaik Indonesia
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kepercayaan publik kembali menjadi modal utama PT Bank Central Asia Tbk dalam mempertahankan posisinya sebagai bank terbaik di Indonesia. Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat dan tuntutan transformasi digital yang terus meningkat, BCA kembali dinobatkan sebagai bank terbaik di Indonesia dalam ajang World’s Best Banks 2026 versi Forbes.
Pengakuan tersebut sekaligus memperpanjang konsistensi BCA sebagai salah satu bank dengan kinerja terbaik di tingkat global. Forbes mencatat BCA menjadi satu dari 311 bank di dunia yang berhasil mempertahankan predikat World’s Best Bank dari tahun sebelumnya.
Ajang World’s Best Banks sendiri digelar Forbes bekerja sama dengan lembaga survei Statista. Penilaian dilakukan melalui survei terhadap 54.000 responden di 34 negara dengan mengukur lima aspek utama, yakni tingkat kepercayaan terhadap bank, syarat dan ketentuan layanan, kualitas layanan pelanggan, kapabilitas digital, serta kualitas perencanaan finansial.
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Hendra Lembong mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti kepercayaan nasabah terhadap konsistensi layanan perseroan.
“Penghargaan ini kami dedikasikan kepada para nasabah setia yang sudah menemani perjalanan BCA serta memercayakan BCA sebagai layanan perbankan. Kami juga berterima kasih kepada insan BCA atas semangat dan komitmen memberikan layanan yang terbaik,” ujar Hendra dalam keterangan resmi, Jumat (9/5).
Menurut dia, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi BCA untuk terus memperkuat inovasi layanan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Di tengah perubahan perilaku nasabah yang semakin digital, kemampuan menjaga kualitas layanan dinilai menjadi faktor penting mempertahankan loyalitas konsumen.
Kinerja fundamental BCA turut menopang pengakuan tersebut. Hingga Maret 2026, BCA mencatat total kredit mencapai Rp994 triliun atau tumbuh 5,6% secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan kredit itu ditopang likuiditas yang tetap solid, tercermin dari dana giro dan tabungan (CASA) yang mencapai Rp1.089 triliun atau naik 11,2% YoY.
Dominasi CASA yang mencapai sekitar 85,2% dari total dana pihak ketiga menunjukkan kekuatan basis pendanaan murah BCA di tengah persaingan perebutan likuiditas perbankan. Kondisi tersebut ikut menopang profitabilitas perseroan dengan total laba BCA dan entitas anak yang mencapai Rp14,7 triliun pada kuartal I-2026.
Penyaluran kredit BCA masih didorong sektor produktif yang mencapai Rp760,2 triliun atau tumbuh 7,8% YoY. Di sisi lain, ekspansi pembiayaan berkelanjutan juga terus meningkat. Kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tercatat naik 10% YoY menjadi Rp258,4 triliun atau setara 26% dari total portofolio pembiayaan perseroan.
Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang kredit UMKM yang meningkat 12% YoY menjadi Rp146 triliun. Sementara itu, pembiayaan hijau atau green financing tumbuh 7,7% YoY menjadi Rp113 triliun, termasuk pembiayaan sektor energi baru dan terbarukan yang melonjak 53,5% secara tahunan.
Dari sisi operasional, BCA kini melayani sekitar 44 juta rekening nasabah dengan volume transaksi harian melampaui 122 juta transaksi. Aktivitas tersebut ditopang jaringan 1.270 kantor cabang, 20.336 ATM, serta layanan digital dan contact center Halo BCA yang beroperasi selama 24 jam.
Hendra menegaskan, penghargaan internasional tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi perseroan untuk terus menjaga kepercayaan konsumen di tengah perubahan lanskap industri jasa keuangan.
“Berbekal semangat terus tumbuh serta melayani sepenuh hati, BCA akan terus menghadirkan layanan perbankan yang sesuai kebutuhan, aman, dan tepercaya bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Hendra.