Laba Bersih Citi Indonesia Naik 10% Jadi Rp2,8 Triliun pada 2025, Ditopang Pendapatan Bunga dan Efisiensi

Oleh : Hariyanto | Senin, 04 Mei 2026 - 12:58 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Kinerja Citibank Indonesia (Citi Indonesia) sepanjang 2025 menunjukkan penguatan di tengah dinamika industri perbankan. Citi Indonesia membukukan laba bersih Rp2,8 triliun, tumbuh 10% secara tahunan, ditopang kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 7% serta efisiensi biaya operasional yang tetap terjaga.

Peningkatan profitabilitas itu tercermin dari rasio pengembalian modal (return on equity/ROE) yang mencapai 14,4% dan pengembalian aset (return on assets/ROA) sebesar 3,8%. Dari sisi likuiditas dan permodalan, bank ini juga menjaga posisi yang solid dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 264%, Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 168%, serta rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 38,5%, jauh di atas ambang minimum regulator.

CEO Batara Sianturi menilai capaian ini menjadi cerminan efektivitas strategi perseroan yang berfokus pada tiga lini bisnis utama, yakni banking, markets, dan services.

“Pada tahun 2025, Citi Indonesia membukukan kinerja yang baik dengan membukukan laba bersih sebesar Rp2,8 triliun. Pencapaian ini didorong oleh strategi yang terfokus pada ketiga lini bisnis inti kami yang saling terhubung, yaitu Banking, Markets, dan Services,” ujar Batara dalam keterangan resminya, Kamis (30/4).

Menurutnya, eksekusi yang disiplin terhadap berbagai inisiatif strategis turut menopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih sekaligus menjaga struktur biaya tetap efisien. “Kinerja yang baik ini mencerminkan pertumbuhan yang berkelanjutan serta komitmen jangka panjang kami dalam mendukung kemajuan perekonomian Indonesia, sejalan dengan prioritas pemerintah dan regulator perbankan,” katanya.

Dari lini banking, Citi Indonesia mencatat pertumbuhan bisnis yang konsisten dengan memperkuat layanan bagi klien korporasi lintas sektor, mulai dari perusahaan lokal, multinasional, institusi keuangan hingga sektor publik.

Sejumlah transaksi korporasi bernilai jumbo turut menopang performa bisnis ini. Di antaranya penyaluran fasilitas pinjaman perdagangan bilateral bergulir senilai US$30 juta kepada PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk serta pinjaman modal kerja bilateral bergulir Rp1 triliun kepada PT Tower Bersama Infrastructure Tbk.

Melalui jaringan globalnya, Citi juga terlibat dalam sejumlah transaksi strategis, termasuk menjadi joint lead manager dan bookrunner penerbitan obligasi global perdana US$1 miliar milik PT Pertamina Hulu Energi. Selain itu, Citi berperan sebagai penasihat keuangan eksklusif XL Axiata dalam merger strategis dengan Smartfren yang melahirkan entitas baru, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk.

Sementara itu, lini Treasury and Trade Solutions (TTS) membukukan pertumbuhan 3% sepanjang 2025, ditopang ekspansi layanan collection melalui solusi omnicollection untuk mendukung arus dana ritel dan e-commerce.

Citi juga mempercepat transformasi digital di bisnis TTS dengan menyelesaikan migrasi nasabah ke platform CitiDirect V3 yang diklaim memiliki fitur keamanan dan kapabilitas manajemen kas yang lebih kuat. Perseroan juga memperluas integrasi digital melalui solusi Host-to-Host dan API bagi klien utama di sektor teknologi dan jasa keuangan.

Di sisi pembiayaan rantai pasok, Citi mencatat jumlah pemasok lokal yang terdaftar dalam program supply chain financing tumbuh 16% secara tahunan. Kenaikan ini memperlihatkan kebutuhan modal kerja di level pemasok domestik masih kuat, terutama di tengah ekspansi digitalisasi bisnis.

Pada bisnis pasar keuangan, Citi Indonesia terus mempertegas dominasinya di pasar valuta asing dan obligasi. Pengakuan datang dari Asset Benchmark Research yang menobatkan Citi Indonesia sebagai Best Sellside 2025 untuk Obligasi Mata Uang Lokal.

Di tengah volatilitas pasar global dan tekanan suku bunga tinggi, pertumbuhan laba Citi Indonesia menunjukkan model bisnis bank asing ini tetap tangguh. Fokus pada korporasi, transaksi lintas negara, serta digitalisasi layanan menjadi penopang utama untuk menjaga momentum pertumbuhan di pasar domestik.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →