Jeritan Mariani Cesilia Ane, Anak Desa Paralando Pedalaman Manggarai Flores: Pak Prabowo Kami Butuh Air Bersih
INDUSTRY.co.id, Jakarta-Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), sebuah jeritan tulus datang dari Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Mariani Cesilia Ane, seorang siswi yang mewakili suara anak-anak di desanya, menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dalam surat tersebut, Mariani mengungkapkan realitas pahit yang dihadapi anak-anak desa, mereka tidak dapat menikmati "kemerdekaan belajar" karena masih tersandera oleh ketiadaan akses air bersih.
Meskipun terdapat proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) air minum senilai hampir Rp1 miliar yang digulirkan pemerintah, fasilitas tersebut hingga kini belum memberikan manfaat nyata bagi warga.
Poin-poin utama dalam surat terbuka Mariani:
Beban Harian: Anak-anak di Desa Paralando terpaksa menempuh perjalanan jauh dan menghabiskan waktu sebelum berangkat sekolah untuk mengambil air.
Dampak Pendidikan: Kelelahan fisik akibat rutinitas mengambil air menyebabkan siswa datang ke sekolah dalam kondisi letih, terlambat, bahkan kehilangan fokus dalam belajar.
Harapan kepada Presiden: Memohon intervensi pemerintah untuk memastikan proyek air bersih diselesaikan dan dapat segera difungsikan agar anak-anak bisa belajar dengan tenang dan layak.
"Kami ingin sekolah dengan semangat, bukan dengan kelelahan. Kami ingin belajar dengan fokus, bukan dengan kekhawatiran akan air," tulis Mariani dalam suratnya.
Seruan untuk Transparansi dan Aksi
Pihak pendamping masyarakat menyoroti bahwa kegagalan fungsi infrastruktur air ini merupakan potret ketimpangan distribusi layanan dasar di daerah. Selain memohon perhatian Presiden, masyarakat setempat mendesak aparat penegak hukum dan pengawas pembangunan daerah untuk melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran DAK air minum di wilayah tersebut.
"Ini adalah pengingat bagi pengambil kebijakan bahwa infrastruktur pendidikan bukan hanya soal ruang kelas, tapi juga pemenuhan kebutuhan dasar yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan siswa," ujar perwakilan pendamping masyarakat.
Mariani dan anak-anak Desa Paralando berharap suara kecil dari pelosok Manggarai ini sampai ke meja Presiden Prabowo Subianto, sehingga tindakan korektif dapat segera dilakukan demi masa depan anak-anak desa yang layak dan bermartabat.