Menperin Agus: Terima Kasih 20,26 Juta Tulang Punggung Industri Nasional

Oleh : Candra Mata | Sabtu, 02 Mei 2026 - 06:55 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan apresiasi kepada 20,26 juta pekerja industri pengolahan nonmigas yang disebutnya sebagai tulang punggung industri nasional. 

Ucapan terima kasih itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional, di Jakarta, Jumat (1/04/2026).

“Terima kasih kepada 20,26 juta tulang punggung industri nasional. Terus tingkatkan kompetensi agar industri Indonesia semakin kuat dan berdaya saing global,” ujar Menperin Agus.

Menperin menegaskan, industri manufaktur adalah motor penggerak utama perekonomian yang kinerjanya ditopang oleh pekerja. Data Kementerian Perindustrian mencatat jumlah tenaga kerja sektor industri pengolahan nonmigas mencapai rekor 20,26 juta orang per Agustus 2025, naik dari 15,49 juta orang pada 2015.

Capaian ini menjadikan industri manufaktur sebagai penyedia lapangan kerja terbesar nasional sekaligus penopang pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

Untuk menjaga produktivitas 20,26 juta pekerja tersebut, Kemenperin melalui BPSDMI menyiapkan ekosistem pengembangan SDM dari hulu ke hilir. Sepanjang 2025, sebanyak 5.472 lulusan dihasilkan dari 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 SMK binaan Kemenperin dengan tingkat serapan kerja 68 persen langsung setelah lulus.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyebut lulusan vokasi Kemenperin dibekali sertifikasi internasional dari Siemens Jerman, Vapro Belanda, dan Hobart Technology Australia. Saat ini alumni telah bekerja di 21 negara, termasuk melalui Kelas Industri Internasional yang menyalurkan lulusan ke Krakatau Posco Korea Selatan dan Morimitsu Industry Co., Ltd. Jepang. Pendaftaran sekolah vokasi kini dibuka melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri JARVIS.

Menghadapi era industri 4.0, Kemenperin juga menggelar program reskilling dan upskilling bagi 1.362 pekerja melalui 7 Balai Diklat Industri BDI. Program Magang Nasional memfasilitasi 3.969 calon tenaga kerja ke perusahaan industri, sementara PIDI 4.0 memberikan pelatihan dan pendampingan transformasi digital. “Transformasi digital butuh teknologi dan SDM yang siap. Program reskilling jadi prioritas agar tenaga kerja tetap relevan,” tegas Menperin.

Selain itu, BPSDMI mendorong lahirnya wirausaha industri baru lewat Inkubator Bisnis Balai Diklat Industri. Pada 2025, program ini membina 37 tenant yang menyerap 212 karyawan baru dengan total omzet Rp 11,5 miliar. Untuk penjaminan mutu, BPSDMI bekerja sama dengan 48 Lembaga Sertifikasi Profesi LSP serta memperbarui SKKNI dan KKNI sesuai kebutuhan industri.

Menperin Agus menekankan, penguatan SDM industri harus terus diakselerasi melalui vokasi, pelatihan, dan penguasaan teknologi digital.

“Industri manufaktur selama ini konsisten menjadi motor penggerak utama perekonomian. Karena itu, kompetensi 20,26 juta pekerja menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika global,” tutupnya.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →