Maybank Marathon 2026 Siapkan Pelari Lewat Program Latihan Terintegrasi

Oleh : Hariyanto | Jumat, 01 Mei 2026 - 17:10 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Bank Maybank Indonesia Tbk kembali menggulirkan program Road to Maybank Marathon 2026 (RTMM 2026) sebagai bagian dari persiapan menuju ajang Maybank Marathon 2026 yang akan digelar pada 23 Agustus 2026 di Bali United Training Center. Program ini dirancang untuk membantu pelari dari berbagai level mempersiapkan fisik, strategi nutrisi, hingga aspek keselamatan sebelum turun di lintasan.

Maybank melihat bahwa mengikuti lomba lari bukan sekadar soal kecepatan, melainkan juga bagaimana pelari membangun kesiapan secara menyeluruh agar mampu menjaga performa hingga garis finis. Melalui RTMM 2026, perseroan mengusung tema “Train Smart, Race Safe, Finish Strong” dengan fokus pada edukasi pelari, penguatan strategi nutrisi, dan pengalaman berlomba yang aman. Program ini juga mendapat dukungan dari komunitas adidas Runners Jakarta.

Rangkaian program RTMM 2026 akan berlangsung mulai 3 Mei hingga 16 Agustus 2026 di enam kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, dan Makassar. Program latihan tersebut mencakup coaching clinics, long run, strength training, hill training, hingga heat adaptation yang disesuaikan dengan kebutuhan pelari.

Project Director Maybank Marathon Bambang Irawan mengatakan, Maybank Marathon sebagai ajang lari berpredikat Elite Label Road Race dari World Athletics terus berupaya menjaga standar internasional, baik dari sisi kompetisi maupun keselamatan peserta.

“Elevasi dan kelembapan di Bali merupakan tantangan nyata. Karena itu, kami mengajak pelari untuk mempersiapkan diri dengan baik melalui rangkaian program Road to Maybank Marathon agar dapat menjalani lomba secara optimal dan aman,” ujar Bambang.

Menurut dia, kesiapan individu menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelari menuntaskan lomba. Di tengah maraknya ajang lari, Bambang menilai masih ada kesenjangan dalam akses terhadap program latihan yang terstruktur.

“Banyak pelari berlatih secara mandiri tanpa panduan yang memadai, bahkan baru memulai persiapan secara serius menjelang hari lomba. Di sinilah RTMM menjadi relevan sebagai bentuk tanggung jawab kami untuk mendampingi pelari melalui proses persiapan yang benar dan terukur,” katanya.

Dari sisi teknis pelatihan, pelatih Aditya Madya Pamungkas menekankan pentingnya latihan yang cerdas untuk meningkatkan performa sekaligus mengurangi risiko cedera. Menurutnya, masih banyak pelari yang terjebak pada anggapan bahwa semakin banyak jarak tempuh latihan, semakin baik hasilnya.

“Latihan yang benar akan meningkatkan performa sekaligus menurunkan risiko cedera. Namun, masih banyak pelari yang berpikir semakin banyak mileage semakin baik, padahal overtraining tanpa recovery justru berbahaya bagi tubuh,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa memahami kondisi tubuh adalah bagian penting dari proses latihan. Pelari harus mampu mengenali tanda-tanda kelelahan dan mengetahui kapan harus berhenti agar tidak memaksakan diri.

Selain itu, Dodit menyoroti sejumlah kesalahan umum yang kerap dilakukan pelari, mulai dari mengabaikan masa pemulihan, minim latihan kekuatan, hingga memaksakan mengikuti pace orang lain.

“Setiap training plan itu personal. Recovery, mobility, dan rest day adalah bagian penting dari latihan. Untuk menghadapi cuaca dan rute di Bali, pelari juga perlu melakukan hill training, heat adaptation, dan strength training agar tubuh lebih stabil sepanjang berlari,” jelasnya.

Sementara itu, pelatih sport science Matias Ibo menegaskan bahwa keberhasilan di hari perlombaan tidak hanya ditentukan oleh volume latihan, tetapi juga pengelolaan energi dan nutrisi yang tepat.

“Latihan yang baik bukan hanya soal meningkatkan volume atau kecepatan, tetapi juga bagaimana pelari menjaga kondisi tubuh, mulai dari sebelum berlari hingga setelah mencapai garis finis,” kata Matias.

Ia menambahkan, strategi nutrisi seperti konsumsi gel energi, elektrolit, dan carb-loading menjadi bagian penting untuk menjaga daya tahan saat lomba. Menurutnya, fase “hitting the wall” hampir pasti dialami pelari, namun kesiapan fisik dan strategi akan menentukan kemampuan bertahan hingga finis.

Melalui RTMM 2026, Maybank Indonesia berharap dapat membangun kebiasaan latihan yang lebih terarah dan berkelanjutan bagi para pelari. Tidak hanya untuk mengejar target di Maybank Marathon, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat yang lebih konsisten dalam jangka panjang.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →