SMU Bentuk Entitas Baru di Indonesia, Perkuat Pengembangan SDM Hadapi Disrupsi AI
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Singapore Management University resmi memperkuat pijakannya di Indonesia dengan mendirikan PT SMU International Indonesia (SMU Indonesia). Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang kampus asal Singapura tersebut untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di tengah percepatan transformasi digital dan disrupsi teknologi.
Kehadiran SMU Indonesia menandai perluasan peran perguruan tinggi yang tak lagi hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga mengambil posisi sebagai mitra strategis dalam pengembangan kompetensi tenaga kerja. Melalui entitas bisnis berbentuk perseroan terbatas, SMU membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah, dunia industri, dan institusi pendidikan di Indonesia.
SMU Indonesia akan fokus membangun kemitraan lintas sektor untuk memperkuat keterampilan masa depan, khususnya bagi kalangan eksekutif dan profesional di industri yang tengah berkembang pesat, seperti perbankan, keuangan, pertambangan, energi, telekomunikasi, infrastruktur, logistik, hingga transportasi.
Presiden Singapore Management University, Lily Kong, mengatakan Indonesia saat ini berada dalam fase penting transformasi ekonomi yang sangat ditentukan oleh kualitas SDM.
“Kekuatan sumber daya manusia Indonesia akan menjadi penentu arah transformasi ekonominya. Di SMU, kami meyakini bahwa perguruan tinggi perlu melangkah lebih jauh dari peran konvensional demi menjadi mitra strategis dalam membangun kompetensi SDM,” ujar Lily dalam keterangan resmi, Selasa (28/4).
Menurut dia, pendirian SMU Indonesia merupakan bentuk komitmen jangka panjang untuk menjawab tantangan kesenjangan keterampilan yang masih dihadapi tenaga kerja Indonesia.
“Melalui kolaborasi erat dengan pemerintah, industri, dan mitra akademik, SMU tidak hanya merespons kesenjangan keterampilan yang ada, tetapi juga bersama-sama membangun SDM yang adaptif, berkembang, dan berkiprah secara global,” lanjutnya.
Langkah SMU ini sejalan dengan agenda triple readiness yang tengah didorong Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Konsep tersebut menekankan pentingnya pengembangan keterampilan teknis, digital, dan keterampilan dasar secara simultan menuju 2030.
Urgensi penguatan kompetensi tenaga kerja juga tercermin dari data Badan Pusat Statistik yang menunjukkan bahwa sekitar sepertiga pekerja muda masih bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka. Di saat yang sama, tingkat pengangguran usia muda tercatat lebih dari dua kali lipat rata-rata nasional, sementara sekitar 3,5 juta lulusan baru masuk ke pasar kerja setiap tahun.
Melihat tantangan itu, SMU Indonesia berupaya memperluas program kolaboratif yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri secara langsung, baik di Indonesia maupun Singapura.
Transformasi SMU Indonesia menjadi entitas mandiri juga membuka peluang keterlibatan yang lebih besar dalam pelatihan berbasis kebutuhan pasar, riset terapan, hingga pendidikan eksekutif. Dalam implementasinya, SMU telah menjalin kemitraan dengan sejumlah institusi strategis seperti Bank Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, serta Institut Teknologi Bandung.
Salah satu fokus utama SMU Indonesia adalah transformasi tenaga kerja berbasis AI melalui inisiatif Resilience and Workforce Transformation (ResWORK), yang meneliti dampak kecerdasan buatan terhadap perubahan pola kerja dan kebutuhan keterampilan baru.
Selain itu, kerja sama dengan Jakarta Smart City juga dilakukan untuk memperkuat kapasitas SDM dalam pengembangan solusi perkotaan digital dan perencanaan kota berkelanjutan.
Ketua SMU International Advisory Council Indonesia sekaligus Presiden Direktur AKR Corporindo, Haryanto Adikoesoemo, menilai Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pemenuhan talenta digital.
“Indonesia masih menghadapi kesenjangan keterampilan, di antaranya dalam bidang data science, AI, keamanan siber, serta komputasi awan. Hal ini kerap menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan talenta bagi perusahaan digital yang tumbuh pesat,” kata Haryanto.
Ia berharap kehadiran SMU Indonesia dapat memperkuat kolaborasi antara akademisi, sektor swasta, dan pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang lebih relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Di tengah akselerasi digitalisasi dan transformasi industri, kehadiran SMU Indonesia menjadi sinyal bahwa pendidikan tinggi kini semakin dituntut adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja. Tak hanya sebagai lembaga pendidikan, perguruan tinggi kini mulai mengambil peran lebih strategis dalam membangun ekosistem talenta yang kompetitif di tingkat regional.