J&T Express Bidik Wirausaha Muda Lewat Program J&T Connect Preneur Goes to Campus, Siapkan Mentoring hingga Modal Usaha
INDUSTRY.co.id - Jakarta – Perusahaan logistik J&T Express memperluas perannya di ekosistem ekonomi digital dengan meluncurkan program J&T Connect Preneur Goes to Campus, sebuah inisiatif yang menyasar mahasiswa untuk memperkuat kapasitas kewirausahaan sekaligus mempercepat lahirnya bisnis-bisnis baru dari kalangan generasi muda.
Program yang resmi diperkenalkan pada 28 April 2026 ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat konektivitas antara sektor logistik dan pertumbuhan usaha mikro serta bisnis rintisan. Tidak sekadar menghadirkan ruang diskusi, J&T Express juga membuka akses pembinaan intensif hingga dukungan pendanaan bagi peserta terpilih.
Brand Manager Herline Septia mengatakan, program tersebut dirancang sebagai ekosistem bisnis yang memberikan akses nyata bagi mahasiswa untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Melalui dua sub-program utama, yaitu Campus Talk Show dan kompetisi inkubasi J&T Super Seller, kami menghadirkan dukungan yang komprehensif, mulai dari insight, mentoring, hingga permodalan langsung, agar mahasiswa dapat mengembangkan bisnisnya secara lebih unggul dan berdaya saing,” ujar Herline dalam keterangan resminya.
Inisiatif ini akan digelar di lima kota besar, yakni Medan, Malang, Bandung, Bogor, dan Jakarta. Langkah ini mencerminkan upaya J&T Express dalam menjangkau potensi kewirausahaan mahasiswa di berbagai daerah, sekaligus memperkuat penetrasi ekonomi digital berbasis kampus.
Sebagai bagian dari rangkaian program, J&T Express kembali menggandeng Rizky Arief, pendiri HMNS Perfume, untuk berbagi pengalaman membangun merek lokal yang berhasil menembus pasar anak muda.
Rizky menilai, program semacam ini penting di tengah kompetisi industri yang semakin ketat. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori bisnis, tetapi juga perlu merasakan langsung dinamika membangun usaha.
“Saya kembali berkesempatan untuk berkolaborasi bersama J&T Express dalam program yang memiliki tujuan besar untuk mendukung wirausaha muda. Inisiatif seperti ini sangat relevan, karena tidak hanya memberikan pembelajaran, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam membangun bisnis,” kata Rizky.
Rangkaian Campus Talk Show akan berlangsung di lima perguruan tinggi, yakni Universitas Pendidikan Indonesia pada 7 Mei 2026, Universitas Sumatera Utara pada 21 Mei 2026, IPB University pada 26 Mei 2026, Universitas Brawijaya pada 4 Juni 2026, serta Universitas Pertamina pada 9 Juni 2026.
Selain sesi diskusi, J&T Express juga menggelar kompetisi J&T Super Seller yang menjadi arena praktik langsung bagi mahasiswa yang telah menjalankan bisnis minimal enam bulan. Dalam program ini, 10 peserta terpilih akan mendapatkan modal usaha sebesar Rp20 juta selama masa inkubasi.
Tak hanya itu, peserta terbaik pada babak final akan memperebutkan total hadiah senilai Rp225 juta, terdiri dari Rp100 juta untuk juara pertama, Rp75 juta untuk juara kedua, dan Rp50 juta untuk juara ketiga.
Selama tahap inkubasi, peserta akan memperoleh pendampingan bisnis secara terstruktur, mulai dari strategi pengembangan usaha, pengelolaan keuangan, penguatan narasi merek, hingga optimalisasi rantai logistik sebagai faktor penentu efisiensi bisnis.
Herline menegaskan, peran J&T Express kini tidak lagi sebatas penyedia layanan pengiriman, tetapi juga menjadi penggerak ekosistem bisnis yang menopang pertumbuhan pelaku usaha baru.
“Kami ingin mendorong mahasiswa tidak hanya untuk memulai, tetapi juga mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan. Melalui kapabilitas logistik yang kami miliki, J&T Express berperan lebih dari sekadar layanan pengiriman, yaitu sebagai enabler bisnis yang mendukung pertumbuhan wirausahawan muda di Indonesia,” jelasnya.
Program ini turut mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia, menandakan adanya dorongan kolaboratif antara dunia usaha dan pemerintah dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional.
Di tengah pertumbuhan ekonomi digital yang terus meningkat, langkah J&T Express menunjukkan bagaimana sektor logistik kini memainkan peran strategis, bukan hanya sebagai penghubung distribusi barang, tetapi juga sebagai katalis pertumbuhan bisnis baru di Indonesia.