SCYEP 2025/2026 Jangkau 15 Sekolah, Starbucks dan PJI Dorong Siswa SMA Jadi Wirausaha Muda

Oleh : Hariyanto | Senin, 27 April 2026 - 09:27 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Program Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program (SCYEP) kembali digelar pada tahun ajaran 2025/2026 sebagai upaya mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki jiwa kewirausahaan sejak bangku sekolah. Program hasil kolaborasi antara Prestasi Junior Indonesia dan Starbucks Indonesia dengan dukungan The Starbucks Foundation ini menyasar siswa SMA dan SMK di berbagai daerah di Indonesia.

SCYEP dirancang untuk membuka wawasan pelajar terhadap kewirausahaan sebagai salah satu pilihan karier masa depan yang potensial dan berdampak. Melalui program ini, siswa tidak hanya belajar teori bisnis, tetapi juga menjalankan usaha mikro secara langsung melalui skema Junior Achievement Company atau Student Company di lingkungan sekolah.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2019, program ini telah menjangkau lebih dari 6.000 siswa di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, lebih dari 1.800 relawan dari Starbucks terlibat sebagai mentor bisnis untuk mendampingi para siswa dalam membangun usaha mereka.

Pada tahun ajaran 2025/2026, SCYEP memberi manfaat kepada lebih dari 1.000 siswa dari 15 sekolah di berbagai kota, mulai dari Medan, Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar hingga Jayapura.

Senior General Manager Corporate Public Relation PT Sari Coffee Indonesia, Avolina Raharjanti mengatakan keterlibatan Starbucks dalam program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui Bulan Kebaikan Global atau Global Month of Good.

“Sejak tahun 2011, partner Starbucks terus berkomitmen untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat sebagai bagian dari Bulan Kebaikan Global yang berlangsung setiap April sebagai salah satu cara untuk mewujudkan misi kami: menginspirasi dan memelihara semangat kemanusiaan, satu orang, satu cangkir, dan satu lingkungan pada satu waktu,” ujar Avolina di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Ia menambahkan, tahun ini lebih dari 200 partner Starbucks turun langsung menjadi sukarelawan untuk mendampingi para siswa merintis dan mengembangkan perusahaan siswa.

“Ini dilakukan sebagai upaya untuk mendorong kewirausahaan agar menjadi pilihan karier yang menjanjikan bagi generasi muda,” katanya.

Dalam implementasinya, SCYEP dijalankan melalui dua pendekatan utama, yakni JA Company Program dan JA Be Entrepreneurial. Program ini berlangsung intensif sejak Agustus 2025 hingga Maret 2026.

Sebanyak 268 siswa dari 10 SMA/SMK mengikuti JA Company Program yang memberikan pengalaman langsung menjalankan bisnis, mulai dari menyusun ide usaha, mengembangkan produk, mengelola keuangan, hingga menyusun strategi pemasaran.

Sementara itu, JA Be Entrepreneurial menjangkau 788 siswa dari lima sekolah, dengan fokus membangun pola pikir kewirausahaan dan keterampilan dasar bisnis.

Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati menyebut program tahun ini menghadirkan pembelajaran kewirausahaan yang lebih menyeluruh.

“Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program tahun ini menghadirkan pendekatan pembelajaran kewirausahaan yang semakin komprehensif, dimulai dari JA Be Entrepreneurial untuk membangun pola pikir dan keterampilan dasar, hingga JA Company Program yang memberikan pengalaman langsung dalam menjalankan bisnis,” ujar Utami.

Menurutnya, perluasan program ke berbagai kota menunjukkan besarnya potensi generasi muda Indonesia untuk menjadi pelaku usaha yang kreatif dan adaptif.

“Pendekatan ini memungkinkan semakin banyak siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengimplementasikan ide menjadi usaha nyata yang inovatif dan berkelanjutan,” katanya.

Apresiasi terhadap program ini juga datang dari Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Leontinus Alpha Edison.

Ia menilai SCYEP menjadi contoh konkret kolaborasi multipihak dalam mendorong pemberdayaan generasi muda melalui jalur kewirausahaan.

“Kami mengapresiasi inisiatif SCYEP ini sebagai wujud nyata kolaborasi dalam mendorong pemberdayaan generasi muda melalui kewirausahaan,” ujar Leontinus.

Menurutnya, di tengah tantangan ekonomi global, program seperti SCYEP menjadi ruang strategis bagi pelajar untuk mengasah kemampuan bisnis, inovasi, hingga kepedulian terhadap isu sosial dan lingkungan.

Sebagai puncak rangkaian kegiatan, SCYEP menggelar Regional Student Company Competition di Taman Ismail Marzuki. Kompetisi ini mempertemukan perusahaan siswa terbaik dari berbagai daerah untuk memperebutkan posisi terbaik berdasarkan penilaian ide produk, strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, dan potensi pengembangan bisnis.

Di luar program pendidikan kewirausahaan, Starbucks Indonesia juga terus menjalankan berbagai program sosial dalam Bulan Kebaikan Global, mulai dari pembangunan akses air bersih melalui AquaTower di sejumlah daerah, proyek sanitasi dan air bersih di Jawa Barat, hingga program donasi buku melalui Starbucks Books For the Future yang telah menyalurkan puluhan ribu buku kepada anak-anak di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui SCYEP, kolaborasi dunia usaha dan pendidikan dinilai semakin penting untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan, sekaligus membuka peluang agar lebih banyak pelajar berani menjadikan kewirausahaan sebagai jalan karier sejak dini.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →