Dari Pembiayaan ke Aksi: Jejak Keberlanjutan Bank Mandiri di Hari Bumi

Oleh : Candra Mata | Minggu, 26 April 2026 - 17:35 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Di tengah gema peringatan Hari Bumi tahun ini, langkah-langkah keberlanjutan tak lagi sekadar wacana bagi Bank Mandiri. Ia menjelma menjadi denyut nadi strategi bisnis, mengalir dari ruang rapat hingga ke tangan nasabah, dari skala korporasi hingga individu. Keberlanjutan di sini bukan tujuan sesaat, melainkan perjalanan panjang yang dirancang dengan arah yang terukur dan makna yang terus bertumbuh.

Mengusung semangat "Sinergi Majukan Negeri", Bank Mandiri menempatkan dirinya sebagai penggerak dalam lanskap ekonomi hijau Indonesia. Pendekatannya tak hanya berbasis data, tetapi juga berakar pada implementasi nyata—sebuah kombinasi antara strategi dan dampak yang dirasakan.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan menyampaikan, hingga Maret 2026 portofolio pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai sekitar Rp320 triliun, tumbuh 8,8% secara tahunan, dengan porsi pembiayaan hijau sebesar Rp167 triliun dan pembiayaan sosial sebesar Rp153 triliun. Capaian ini menempatkan Bank Mandiri sebagai pemimpin pasar pembiayaan hijau di Indonesia dengan pangsa lebih dari 35% dibandingkan tiga bank besar nasional.

“Kami optimistis pembiayaan berkelanjutan akan terus tumbuh pada kisaran 7–9% secara tahunan, sejalan dengan target pertumbuhan kredit bank only. Di tengah dinamika kondisi makroekonomi domestik dan global, kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi pembiayaan. Dengan demikian, kami terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset,” ujar Henry.

Optimisme itu bukan tanpa dasar. Di baliknya, tersimpan pipeline yang kokoh—sekitar 77% berasal dari sektor yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional. Dari ketahanan energi hingga efisiensi, dari hunian inklusif hingga pembiayaan produktif, semuanya membentuk mosaik besar transformasi ekonomi yang lebih hijau.

Langkah tersebut juga tercermin dari aksi nyata sepanjang 2025, ketika Bank Mandiri menerbitkan Green Bond Phase 2 dan Sustainability Bond Phase 1 senilai total Rp10 triliun. Dana tersebut mengalir ke berbagai proyek berkelanjutan, mempertegas peran bank dalam menjembatani kebutuhan pembiayaan masa depan.

Kolaborasi pun menjadi kunci. Bersama regulator dan berbagai pemangku kepentingan, Bank Mandiri aktif merumuskan solusi melalui forum diskusi, roundtable, hingga pengembangan skema baru seperti waste-to-energy—sebuah pendekatan yang mengubah limbah menjadi peluang.

Namun, cerita keberlanjutan ini tak berhenti di level korporasi. Ia merambah ke ruang personal nasabah. Melalui fitur Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) di platform Livin’ Planet dalam aplikasi Livin’ by Mandiri, masyarakat kini dapat menghitung jejak karbonnya, melakukan carbon offset, hingga berpartisipasi langsung dalam pasar karbon.

Sertifikat yang tersedia berasal dari proyek PLTBg Sei Mangkei di Sumatera Utara—sebuah inisiatif energi terbarukan yang mengolah limbah menjadi sumber daya, sekaligus menekan emisi hingga ratusan ribu ton karbon. Di sini, teknologi, lingkungan, dan partisipasi publik bertemu dalam satu ekosistem.

Inisiatif ini, hasil kolaborasi dengan IDXCarbon, membuka pintu yang sebelumnya hanya dapat diakses korporasi, menjadikannya lebih inklusif bagi masyarakat luas.

Di sisi lain, Bank Mandiri juga mendorong perubahan gaya hidup melalui berbagai inovasi—dari kendaraan listrik di Livin’ Auto, kartu debit berbahan ramah lingkungan, hingga e-money edisi khusus Hari Bumi. Setiap produk menjadi ajakan halus untuk hidup lebih sadar lingkungan.

Semangat ini juga hidup di dalam perusahaan. Melalui program penanaman pohon berbasis digital, ratusan pegawai terlibat aktif, menanam ratusan mangrove yang kelak tumbuh sebagai simbol kontribusi bersama. Sebuah langkah kecil yang, jika dilakukan bersama, menjelma menjadi dampak besar.

Dalam upayanya menuju target Net Zero Operation 2030, Bank Mandiri terus menurunkan emisi operasional—kini telah mencapai penurunan 32% dari baseline 2019. Upaya ini diwujudkan melalui optimalisasi bangunan hijau, penggunaan kendaraan ramah lingkungan, hingga pemanfaatan energi surya.

Perjalanan keberlanjutan Bank Mandiri tampak seperti sebuah narasi yang terus berkembang—dengan fondasi kuat, arah yang jelas, dan tekad untuk melangkah lebih jauh. Ke depan, akselerasi akan terus didorong melalui kolaborasi, inovasi, dan perluasan dampak di seluruh lini bisnis.

Pada akhirnya, keberlanjutan bukan sekadar strategi bagi Bank Mandiri. Ia adalah komitmen untuk terus bergerak—menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian bumi, serta memastikan bahwa masa depan yang hijau dan inklusif bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan yang sedang dibangun hari ini.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →