Olahraga Raket Jadi Mesin Bisnis Baru, Liga.Tennis Catat Laba Melonjak 105% dan Siapkan Ekspansi 77 Klub

Oleh : Hariyanto | Selasa, 14 April 2026 - 13:59 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta — Industri olahraga raket menunjukkan prospek bisnis yang semakin menjanjikan di tengah pergeseran gaya hidup masyarakat menuju aktivitas sehat berbasis komunitas. Di saat tenis tetap menjadi olahraga dengan tingkat pemesanan tertinggi, padel dan pickleball kini tampil sebagai mesin pertumbuhan baru yang mendorong ekspansi ekosistem bisnis olahraga, termasuk di Indonesia.

Tren tersebut tercermin dalam laporan terbaru Liga.Tennis Racquet Sports Report 2026 yang dirilis oleh Liga.Tennis. Berbasis data hampir 100.000 pengguna di tujuh klub sepanjang Januari–Desember 2025, laporan ini menegaskan bahwa olahraga raket bukan lagi sekadar aktivitas rekreasi, tetapi telah berkembang menjadi sektor ekonomi yang tumbuh agresif.

Tenis tercatat membukukan tingkat okupansi rata-rata tertinggi sebesar 80 persen, disusul padel 75 persen dan pickleball 41 persen. Bahkan, okupansi lapangan tenis di klub Umalas mencapai 92 persen, sementara padel di Sanur menyentuh 82 persen. Angka ini menunjukkan utilisasi aset yang tinggi dan memberi sinyal kuat terhadap daya tarik pasar yang terus meningkat.

Founder Liga.Tennis, Dima Shcherbakov, mengatakan terjadi perubahan signifikan dalam perilaku konsumen olahraga, terutama pada aktivitas yang mengedepankan interaksi sosial dan komunitas.

“Kami melihat adanya pergeseran signifikan dalam pola partisipasi olahraga, di mana aktivitas berbasis komunitas dan pengalaman sosial menjadi semakin dominan. Melalui laporan ini, kami ingin memberikan insight yang relevan bagi pelaku industri, investor, maupun komunitas olahraga,” ujar Dima, yang akrab disapa Dimas.

Secara bisnis, padel kini menjadi growth engine baru dalam portofolio Liga.Tennis. Karakternya yang lebih sosial, mudah dimainkan, dan ramah untuk pemula dinilai efektif menarik pemain baru sekaligus meningkatkan frekuensi kunjungan. Ini menjadi katalis penting bagi monetisasi lapangan, pelatihan, hingga layanan pendukung.

Dari sisi pasar, kelompok usia 21–40 tahun menjadi motor utama pertumbuhan. Segmen ini menyumbang 65,31 persen partisipasi tenis dan 58,30 persen pada padel, mencerminkan dominasi kelas usia produktif dengan daya beli kuat. Di Bali, momentum ini semakin diperkuat oleh pertumbuhan kelas menengah atas dan statusnya sebagai destinasi wisata global yang menarik pemain lokal maupun ekspatriat.

Laporan tersebut juga menunjukkan nilai belanja pengguna yang cukup menarik. Rata-rata pengeluaran per kunjungan mencapai Rp400.000 untuk aktivitas olahraga, dengan tambahan sekitar Rp50.000 untuk konsumsi. Dengan pola permainan yang aktif dari pagi hingga malam hari, terutama lonjakan setelah jam kerja, sektor ini membuka peluang monetisasi yang luas dari sisi lifestyle spending.

Tak hanya bertumbuh dari sisi pengguna, kinerja finansial perusahaan juga menunjukkan akselerasi yang impresif. Pada periode 2024–2025, Liga.Tennis membukukan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 35 persen. Lebih tajam lagi, laba bersih melonjak 105 persen secara tahunan dengan margin laba bersih mencapai 31 persen.

Capaian tersebut didorong diversifikasi sumber pendapatan yang tidak hanya bertumpu pada penyewaan lapangan, tetapi juga kelas pelatihan, turnamen, gym & recovery service, serta berbagai layanan komunitas. Hingga 2025, perusahaan telah menggelar 687 turnamen, termasuk Liga.Tennis Open dan World Pickleball Championship, yang turut menarik partisipasi internasional.

“Kami melihat olahraga raket akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan kebutuhan akan ruang sosial yang berkualitas. Dengan fundamental tersebut, kami optimistis ekosistem ini akan menjadi salah satu sektor olahraga dengan pertumbuhan paling dinamis dalam beberapa tahun ke depan,” tambah Dimas.

Melihat tren tersebut, Liga.Tennis kini mulai membuka peluang kolaborasi dengan investor untuk memperluas jaringan bisnisnya. Perseroan menargetkan return on investment (ROI) tahunan sebesar 25–35 persen, dengan rencana ekspansi hingga 77 klub dalam 10 tahun ke depan.

Didukung hampir 100.000 pengguna pada platform digital Liga App, langkah ekspansi regional ke Asia Tenggara dinilai menjadi strategi logis untuk menangkap pertumbuhan pasar olahraga raket yang sedang naik daun.

Jika tren ini berlanjut, olahraga raket berpotensi menjadi salah satu subsektor sports lifestyle business paling atraktif, sejalan dengan perubahan pola konsumsi masyarakat urban yang kini semakin memadukan kesehatan, komunitas, dan pengalaman sosial dalam satu ekosistem bisnis.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →