Industri Grafika Berikan Nilai Tambah Bagi Produk Industri Lain
INDUSTRY.co.id - Jakarta-Meski hampir semua industri bergeser ke arah digital, tak terkecuali dunia cetak-mencetak, seni grafika tetap dibutuhkan. Sebab, industri kreatif dan grafika memberi nilai tambah bagi produk di industri lain.
Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf mengatakan, industri kreatif dan grafika dapat memicu tumbuhnya industri-industri kecil di bidang percetakan sehingga dapat menyerap tenaga kerja.
"Di sisi lain, industri kreatif dan grafika juga dapat memberikan nilai tambah bagi produk di industri lain," ungkap Triawan saat pembukaan FGD expo 2017, beberpa waktu lalu di Jakarta.
Ia mencontohkan, misalnya, industri kuliner yang membutuhkan kemasan produk yang bagus. "Musik sekarang bisa didengarkan secara digital, tapi begitu show membutuhkan jasa industri grafika." terangnya.
Contoh lain, dalam dunia busana (fashion) yang diperhatikan bukan hanya produknya, melainkan juga kemasan (packaging)-nya. Seperti selebgram, mereka berhati-hati ketika membuka packaging produk tertentu. "Packaging yang indah adalah packaging yang punya nilai tambah," ujar Triawan.
Menurutnya, industri grafika di Indonesia dinilai prospektif. Hal ini tidak terlepas dari keterkaitannya dengan berbagai sektor industri, termasuk subsektor industri kreatif.
"Bekraf menaungi 16 subsektor industri kreatif. Semua subsektor ekonomi kreatif tersebut pasti terkait dengan desain grafis," katanya.
Sementara itu, Ketua FGDexpo 2017, Andreas Bastedo menjelaskan, tren industri grafika saat ini mengalami pergeseran mengikuti perkembangan zaman, dari yang tadinya memerlukan waktu cetak dalam beberapa tahap, konsumen, yang pada umumnya adalah generasi milenial, memerlukan proses yang instan dan canggih.
"Oleh karena itu, industri grafika tetap tumbuh meski ada ada pergeseran ke arah digital," pungkasnya.
Untuk diketahui, FGDexpo 2017 yang berlangsung sejak 24-27 Agustus itu diikuti oleh 97 peserta yang terdiri dari produsen, distributor, penyedia produk dan jasa grafika, asosiasi perusahaan dan profesi, institusi pendidikan, serta mitra dari luar negeri. Pameran dua tahunan tersebut mengusung tema “Connectivity”.